Penulis: Muhammad Riduan
Samarinda, Presisi.co — Pelatih Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes, menilai hasil imbang 1-1 melawan Persib Bandung menjadi hasil yang cukup baik bagi timnya dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Segiri, Minggu 15 Maret 2026 malam.
Menurut Lefundes, Borneo FC sebenarnya mampu tampil cukup baik sepanjang pertandingan meskipun sempat tertinggal lebih dahulu.
“Menurut saya malam ini kita bermain sangat bagus. Mungkin hasilnya saja yang bisa lebih baik lagi,” ucapnya usai pertandingan, Senin 16 Maret 2026 dini hari.
Pelatih asal Brasil tersebut juga menilai Persib memiliki kedalaman skuad yang kuat sehingga siapapun pemain yang dimainkan tetap mampu menjaga kualitas permainan tim.
“Kemarin waktu konferensi pers saya sudah bilang, kalau mereka tarik keluar satu pemain, siapa pun yang masuk tetap bisa tampil bagus karena skuad mereka sangat kaya,” katanya.
Borneo FC sempat tertinggal lebih dulu setelah Adam Alis mencetak gol pada menit ke-14 melalui situasi bola mati. Lefundes menilai gol tersebut terjadi akibat timnya kehilangan fokus.
“Kebobolan Borneo FC dari set piece dan sedikit transisi karena kehilangan fokus,” jelasnya.
Ia menambahkan strategi yang disiapkan sejak awal pertandingan tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana sehingga tim harus melakukan penyesuaian taktik di tengah laga.
Menurut Lefundes, Persib bermain cukup defensif dengan menempatkan banyak pemain di lini belakang, termasuk dua pemain sayap yang turut membantu pertahanan.
Memasuki babak kedua, permainan Borneo FC dinilai mulai membaik setelah masuknya Marcos Astina yang membuat alur serangan tim menjadi lebih hidup.
Dalam kondisi tertinggal, Lefundes menginstruksikan para pemain untuk mengambil risiko dengan meningkatkan intensitas serangan agar tim setidaknya tidak menelan kekalahan di kandang sendiri.
“Kita ambil risiko karena kita tertinggal 1-0. Paling tidak kita tidak boleh kalah di rumah sendiri,” ujarnya.
Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah wasit memberikan penalti kepada Borneo FC pada babak kedua. Mariano Peralta yang maju sebagai eksekutor berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-84.
Meski memiliki sejumlah peluang, Lefundes mengakui timnya belum mampu memanfaatkannya secara maksimal.
“Dalam pertandingan ketat seperti ini, kalau kita bisa dapat satu poin dari kerja keras, menurut saya itu hasil yang bagus,” katanya.
Sementara itu, gelandang Borneo FC asal Jepang, Kei Hirose, menilai laga melawan Persib menjadi pertandingan yang sulit karena menghadapi salah satu tim besar di kompetisi.
“Kalau kita buat kesalahan saat melawan tim besar seperti Persib dan mereka bisa mencetak gol, pertandingan akan jadi sangat sulit,” ujarnya.
Menurut Hirose, permainan Borneo FC meningkat pada babak kedua setelah masuknya Marcos Astina yang membuat tim lebih aktif menyerang dan transisi permainan berjalan lebih baik.
“Kita hampir menang, tapi hasil 1-1 menurut saya masih oke,” katanya.
Hasil imbang tersebut membuat Borneo FC tetap berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 54 poin. Persib Bandung masih memimpin klasemen dengan 58 poin.
Sementara itu, Persija Jakarta yang pada hari yang sama bermain imbang 1-1 melawan Dewa United FC tetap berada di posisi ketiga klasemen dengan 52 poin.
Hirose menambahkan Borneo FC masih memiliki peluang bersaing dalam perebutan gelar karena kompetisi masih menyisakan sembilan pertandingan.
“Masih harus fokus karena masih ada sembilan pertandingan lagi. Tadi saya lihat hasil Persija melawan Dewa juga imbang, jadi kita masih bisa fokus untuk bersaing menuju juara,” imbuhnya. (*)
Editor: Redaksi




