Penulis: Siaran Pers
Program STEM Spark: Ignite Future Career Program menargetkan 1.000 siswa SMA/SMK dan 50 guru melalui penguatan kapasitas, pendekatan pembelajaran aplikatif, serta pengenalan jalur karier STEM selama tiga tahun pelaksanaan program.
SAMARINDA, Presisi.co - YCAB Foundation, bersama Orica, perusahaan global di bidang solusi pertambangan dan infrastruktur dengan pengalaman operasional lebih dari 150 tahun, menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masa depan melalui implementasi STEM Spark: Ignite Future Career Program di Kalimantan Timur.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, penguatan kompetensi di bidang STEM di Indonesia semakin mendesak seiring target Indonesia untuk mencetak 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini baru menghasilkan sekitar 100.000–200.000 talenta per tahun dari kebutuhan 600.000 talenta tahunan. Lebih lanjut, tingkat partisipasi perempuan di bidang STEM yang masih terbatas, khususnya dalam pendidikan vokasi, menunjukkan perlunya penguatan pendekatan pendidikan yang lebih inklusif guna mengurangi kesenjangan gender dan memperluas kontribusi tenaga kerja secara lebih merata. Di tengah kebutuhan lapangan pekerjaan bagi usia muda dan proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia yang tinggi, penguatan keterampilan STEM menjadi krusial untuk menjawab kebutuhan pasar kerja.
Program STEM Spark akan dilaksanakan selama periode tiga tahun dan berfokus pada peningkatan kesiapan siswa SMA/SMK dalam menghadapi dunia kerja di masa depan, sekaligus menjawab kebutuhan Indonesia akan talenta STEM dan digital yang kompetitif. Selain itu, program ini secara aktif mendorong partisipasi perempuan di bidang STEM dengan target 60% peserta perempuan, sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif.
STEM Spark mengadopsi pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual, mencakup penguatan kapasitas guru, pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah nyata, serta pemanfaatan metode gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga mengembangkan pola pikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri dalam mengeksplorasi jalur pendidikan serta karier di bidang STEM.
Program ini menargetkan keterlibatan 1.000 siswa SMA/SMK, 50 guru mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Bimbingan Konseling (BK), dari 20 sekolah di Kalimantan Timur. Pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga fase utama, yaitu Peningkatan Kapasitas Guru, Pendalaman materi STEM dan Design Thinking untuk siswa, dan Kompetisi STEM. Pada fase awal, sebanyak 50 guru akan mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT) untuk memperkuat metode pengajaran STEM yang interaktif dan aplikatif.
Selanjutnya, para guru akan mendampingi siswa melalui kegiatan hands-on learning, gamifikasi, serta Career Day yang menjembatani siswa dengan perusahaan dan berbagai profesi di bidang STEM. Program ini kemudian ditutup dengan kompetisi berbasis proyek antar sekolah dan STEM Festival sebagai wadah apresiasi, berbagi pengetahuan, serta pengenalan peluang pendidikan lanjutan.
Kolaborasi antara YCAB Foundation dan Orica dalam program ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendukung pengembangan talenta masa depan melalui pendidikan STEM yang aplikatif dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya Orica dalam berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri dan dunia kerja di masa depan.
James Tiedgen, President Director Orica untuk Indonesia, menyoroti keselarasan kolaborasi ini dengan prioritas investasi strategis perusahaan dalam pemberdayaan komunitas.
“Dukungan terhadap pendidikan selalu menjadi bagian utama dari komitmen Orica bagi masyarakat di wilayah operasional kami. Rekam jejak Orica yang ditopang oleh inovasi, riset, dan teknologi membuat kami menyadari pentingnya keterampilan dasar STEM dalam membuka peluang yang lebih luas. Melalui kolaborasi ini, kami bertujuan untuk membekali para pelajar di seluruh Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, dengan keterampilan yang mereka perlukan untuk berkembang. Kami bangga dapat bermitra dengan YCAB Foundation untuk bersama-sama membuka jalan bagi lahirnya generasi penerus yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” James menjelaskan.
Veronica Colondam, Founder dan CEO YCAB Foundation, menegaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk mendukung pengembangan talenta masa depan secara holistik.
“Kolaborasi ini memastikan bahwa kami tidak hanya membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang STEM, tetapi juga mengenalkan serta menjembatani mereka dengan dunia industri. Melalui STEM Spark, siswa mendapatkan pemahaman yang lebih utuh tentang bagaimana pembelajaran di sekolah terhubung langsung dengan kebutuhan dan peluang di dunia kerja,” ujar Veronica Colondam.
Sebagai bagian dari rangkaian program, Pelatihan Guru Program STEM Spark telah dilaksanakan pada 11–12 Februari 2026 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan guru untuk mengimplementasikan modul STEM secara efektif di sekolah masing-masing.
Melalui kolaborasi YCAB Foundation dan Orica, STEM Spark diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan STEM yang berkelanjutan di Kalimantan Timur, sekaligus membuka lebih banyak jalur bagi generasi muda, terutama perempuan, untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam bidang STEM di masa depan. (*)




