Penulis: Muhammad Riduan
SAMARINDA, Presisi.co — Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui timnya mengalami kesulitan besar untuk mengembangkan permainan setelah kebobolan gol cepat saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda. Dalam laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Kamis, 26 Februari 2026 malam, skuat Singo Edan harus pulang dengan kekalahan 1-3.
Marcos mengungkapkan bahwa gol pembuka tuan rumah pada menit ke-7 menjadi titik balik yang merusak skema permainan Arema FC. Selain faktor teknis, tekanan dari ribuan suporter tuan rumah di Stadion Segiri juga diakui menambah beban mental bagi anak asuhnya.
“Ini pertandingan yang sangat sulit. Arema sudah tertinggal sejak menit ke-7 babak pertama. Sangat berat bermain di sini, terutama dengan motivasi tinggi dari suporter lawan,” ujar Marcos Santos dalam sesi konferensi pers usai laga, Jumat, 27 Februari 2026 dini hari.
Juru taktik asal Brasil tersebut mengakui pasukannya gagal memberikan perlawanan maksimal di paruh pertama hingga harus tertinggal 0-3. Meskipun ada perubahan signifikan di babak kedua, margin gol yang terlalu jauh membuat upaya pengecekan skor menjadi sangat berat.
“Di babak kedua, saya meminta pemain tampil lebih berani menghadapi tekanan. Dominasi kami memang jauh lebih baik di paruh kedua, tapi sulit mengejar karena situasi sudah tertinggal tiga gol. Saya tetap berterima kasih atas perjuangan pemain,” tambahnya.
Senada dengan pelatih, gelandang Arema FC, Pablo de Oliveira, menilai efektivitas Borneo FC di awal laga menjadi kunci kekalahan mereka. Ia menyebut pertandingan ini terbagi dalam dua bagian yang sangat kontras.
“Babak pertama mutlak milik Borneo, mereka bermain luar biasa dan memaksimalkan setiap peluang. Di babak kedua, organisasi permainan kami membaik dan mampu mencetak satu gol, namun itu belum cukup,” jelas Pablo.
Kekalahan ini membuat Arema FC tertahan di posisi ke-10 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin. Hingga pekan ke-23, Singo Edan mencatatkan statistik seimbang dengan delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan delapan kali menelan kekalahan.
Sebaliknya, kemenangan ini membuat Borneo FC kian kokoh di papan atas. Tiga gol kemenangan Pesut Etam masing-masing dicetak oleh Caxambu (7’) serta brace dari Juan Villa (26’, 41’). Sementara Arema hanya mampu membalas lewat sundulan Dalberto di menit ke-63.
Evaluasi menyeluruh kini menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen dan tim pelatih Arema FC guna mengembalikan performa tim di sisa laga putaran kedua musim ini.




