search

Daerah

Seminar BudayaRegenerasi dan Penguatan Kearifan LokalDPP PusakaPersekutuan Suku Asli Kalimantan

DPP Pusaka Gelar Seminar Warisan Budaya Kaltim, Dorong Regenerasi dan Penguatan Kearifan Lokal

Penulis: Muhammad Riduan
10 jam yang lalu | 0 views
DPP Pusaka Gelar Seminar Warisan Budaya Kaltim, Dorong Regenerasi dan Penguatan Kearifan Lokal
Seminar Budaya digelar DPP Pusaka.(Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co – Dewan Pimpinan Pusat Persekutuan Suku Asli Kalimantan (DPP Pusaka) menggelar Seminar Budaya bertajuk “Warisan Budaya Kalimantan Timur: Pelestarian, Tantangan, dan Regenerasi” di Ruang Mancong, Lantai 2 Hotel Mesra Internasional, Sabtu 14 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-21 DPP Pusaka tahun 2026. Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni budayawan Kaltim Awang Irwan Setiawan, budayawan Hamdani, serta Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Ririn Sari Dewi.

Ketua Umum DPP Pusaka, Abdunnur mengatakan bahwa seminar ini menjadi bentuk kontribusi organisasi dalam menjaga dan menguatkan budaya Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.

“Kami DPP Pusaka Kalimantan bersama seluruh pengurus melaksanakan kegiatan bagian dari Milad ke-21 Pusaka tahun 2026 dengan menggelar seminar warisan budaya Kaltim,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran unsur pemerintah melalui Dinas Pariwisata serta para tokoh dan penggiat budaya diharapkan mampu memberikan pemahaman kembali tentang pentingnya pelestarian budaya, terutama bagi generasi muda yang menjadi peserta kegiatan tersebut.

Menurutnya, seminar ini tidak hanya menyasar pemerhati dan pelaku budaya, tetapi juga generasi muda agar mampu menjaga serta merawat warisan budaya daerah sebagai bagian dari pembangunan peradaban dan penguatan masyarakat berbasis kearifan lokal.

“Budaya Kaltim harus bisa lestari dan bangkit kembali. Tidak saja bagi penggiat budaya, tetapi juga bagi generasi muda agar mereka mampu menjaga dan merawat warisan budaya Kaltim untuk mendukung pembangunan masyarakat berbasis kearifan lokal,” tegasnya.

Abdunnur berharap pemerintah dapat meningkatkan perhatian terhadap aktivitas dan kegiatan kebudayaan, termasuk membangkitkan minat generasi muda dalam melestarikan budaya daerah.

Ia menambahkan, budaya dan kearifan lokal menjadi media pemersatu seluruh unsur masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat pembangunan di tengah keberagaman.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Dengan budaya dan kearifan lokal di Kaltim, stabilitas dan kesatuan masyarakat akan semakin kuat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.(*)

Editor : Redaksi