search

Berita

Dua pendaki wanita meninggalpendaki meninggal duniapendaki hipotermiahipotermiapuncak carstenz

Kronologi Lengkap Dua Pendaki Perempuan Meninggal di Puncak Carstenz, Diduga Akibat Hipotermia

Penulis: Rafika
Minggu, 02 Maret 2025 | 346 views
Kronologi Lengkap Dua Pendaki Perempuan Meninggal di Puncak Carstenz, Diduga Akibat Hipotermia
Potret pendaki puncak Carstenz yang meninggal dunia, Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono. (Ist)

Presisi.co -  Dua pendaki perempuan asal Indonesia, Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono, dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian ke Puncak Carstensz, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Insiden ini terjadi di lokasi Teras Dua, yang berada di ketinggian 4.600 mdpl.

Kedua korban diduga mengalami hipotermia akibat cuaca ekstrem yang melanda puncak gunung tertinggi di Indonesia tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, rombongan pendakian yang terdiri dari 10 orang memulai perjalanan sejak Jumat, 28 Februari 2025. Di antara mereka terdapat penyanyi Fiersa Besari, Indira Alaika, Furki, serta beberapa pendaki lainnya termasuk warga negara asing dari Turki dan Rusia.

Salah satu pendaki yang selamat, Indira Alaika, membagikan kronologi insiden ini melalui akun Instagram pribadinya.

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem seperti hujan salju, hujan deras, dan angin kencang melanda Puncak Carstenz. Kondisi inilah yang diduga membuat Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono mengalami hipotermia hingga mengembuskan napas terakhir mereka.

"Berikut kronologi insiden kejadian lima pendaki WNI Puncak Carstensz Pyramid (tiga pendaki selamat, dan dua meninggal dunia) akibat cuaca yang sangat buruk (hujan salju, hujan deras, dan angin kencang sehingga menyebabkan hipotermia)," tulis Indira dikutip Instagram @indiraalaika, Minggu (2/3/2025).

Menurutnya, kondisi cuaca yang semakin memburuk saat perjalanan turun dari puncak membuat beberapa pendaki terjebak di area Summit Ridge.

Indira, bersama Alvin Reggy dan Saroni, harus bertahan di lokasi tersebut hingga tim penyelamat tiba keesokan harinya.

Awalnya, setelah tiba di basecamp, rombongan menjalani proses aklimatisasi selama dua hari sebelum akhirnya memulai pendakian ke puncak pada pukul 04.00 WIT.

Rombongan ini terdiri dari 7 pendaki asal Indonesia, 6 pendaki asing, 5 pemandu, serta 2 pendaki dari Taman Nasional Lorentz.

"Rombongan berangkat dari Bandara Moses Kilangin Timika menuju basecamp Yellow Valley Carstensz Pyramid menggunakan helikopter. Setelah sampai di basecamp Yellow Valley Carstensz Pyramid, rombongan melakukan aklimatisasi selama 2 hari," ujarnya.

Namun, di malam hari, tim di basecamp menerima laporan bahwa beberapa pendaki dalam kondisi kritis akibat hipotermia. Seorang pemandu bernama Nurhuda tiba di basecamp dalam keadaan lemah yang menunjukkan gejala hiportemia dan meminta bantuan.

Mengetahui ada pendaki dalam kondisi kritis, tim penyelamat segera bergerak. Yustinus Sondegau, seorang pemandu lokal, berusaha naik ke Summit Ridge dengan membawa peralatan darurat seperti sleeping bag, flysheet, air panas, dan radio.

Namun, upayanya harus terhenti di Teras Besar karena cuaca yang semakin memburuk.

"Tetapi upaya tersebut terhenti di Teras Besar karena cuaca semakin memburuk dan pada perjalanan turun, Yustinus bertemu dengan Luddy dan mendampingi Luddy hingga ke basecamp. Seluruh peralatan yang dibawa ditinggal di teras besar," sambungnya.

Sementara itu. Dawa Gyalje Sherpa, seorang pemandu asal Nepal, berusaha naik ke Teras Dua untuk menyelamatkan Lilie dan Elsa. Sayangnya, setelah tiba di lokasi, ia mendapati keduanya sudah dalam kondisi tidak bernyawa

Tim penyelamat lainnya, termasuk Poxy dan Damar, juga berusaha naik ke Teras Dua untuk mengevakuasi Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono. Namun, cuaca yang semakin memburuk dengan hujan salju, angin kencang, dan suhu ekstrem menghambat upaya mereka.

Setelah berusaha mencapai lokasi korban, Poxy dan Damar menghubungi basecamp dan mengonfirmasi bahwa Lilie dan Elsa telah meninggal dunia akibat hipotermia. Kabar duka ini kemudian dilaporkan kembali ke seluruh tim di basecamp dan pihak terkait.

"Poxy (guide lokal) dan Damar (guide) kembali mencoba naik ke teras dua untuk memberikan bantuan kepada korban, menghubungi basecamp dan melaporkan sudah memberikan pertolongan kepada kedua korban, namun korban Lilie dan Elsa dinyatakan meninggal dunia," lanjutnya.

"Octerus (guide) yang berkomunikasi dengan Poxy dan Dawa menginformasikan dari basecamp bahwa dua pendaki WNI atas nama Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono yang berada di Teras Dua telah meninggal dunia," tuturnya.

Sementara itu, upaya penyelamatan terhadap Indira, Alvin, dan Saroni dilakukan dengan mengerahkan dua tim penyelamat yang terdiri dari pemandu internasional dan tenaga medis.

 

Setelah memberikan pertolongan pertama, tim penyelamat berhasil menurunkan Indira, Alvin, dan Saroni ke basecamp Yellow Valley. Ketiganya selamat, tetapi dalam kondisi sangat lemah akibat hipotermia dan kelelahan ekstrem.

"Tashi, Garret, dan Ben bertemu dengan tiga pendaki (Indira, Alvin, dan Saroni), menginformasikan ke basecamp bahwa semuanya masih hidup dan dalam kondisi kritis. Tim rescue memberikan pertolongan pertama dan menormalisasi dengan mengganti pakaian, memberikan isotonik, makanan, obat-obatan," tambahnya.

"Tim rescue dan survivor melakukan perjalanan turun ke basecamp Yellow Valley. Tim rescue dan survivor dari Summit Ridge tiba di basecamp Yellow Valley," tandasnya. (*)

Editor: Rafika

Baca Juga