search

Daerah

Bocah 13 TahunTenggelamHilangSungai MahakamBelum DitemukanTim SAR Gabungan

Bocah 13 Tahun yang Hilang Terseret Arus Deras Mahakam Belum Ditemukan

Penulis: Giovanni Gilbert Anras
Senin, 24 Juni 2024 | 317 views
Bocah 13 Tahun yang Hilang Terseret Arus Deras Mahakam Belum Ditemukan
Suasana pencarian anak 13 tahun yang tengelam di perairan sungai Mahakam di hari kedua, kawasan Teluk Lerong Garden, Jalan RE Martadinata, Teluk Lerong Ilir, pada Minggu (23/6/2024) (Presisi.co/Gio)

Samarinda, Presisi.co – Seorang bocah bernama Fahri tenggelam di Sungai Mahakam segmen Jalan RE Martadinata, persis di sebelah Teluk Lerong Garden, pada Sabtu, 22 Juni 2024.

Tim SAR gabungan masih berupaya mencari anak berusia 13 tahun itu. Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan peralatan dan mengerahkan relawan ke lokasi setelah menerima laporan hilangnya Fahri.

"Pada hari pertama, kami melakukan penyelaman sekitar pukul 20.00 WITA. Setelah menilai kondisi di lokasi yang dinyatakan aman, dua penyelam melakukan dua sorti namun hasilnya nihil. Penyelaman ini kami gunakan sebagai dasar untuk rencana pencarian di hari berikutnya," ujar Riqi.

Hari kedua, Ahad, 23 Juni 2024, pencarian dimulai pukul 07.00 WITA dengan briefing bersama unsur terkait. Meskipun sempat terkendala hujan pada pagi hari, pencarian dilanjutkan pada pukul 10.55 WITA dengan metode penyisiran di permukaan air.

Sebanyak 12 unit dari berbagai instansi pemerintah dan relawan terlibat dalam penyisiran ini.

"Setelah dzuhur, kami membagi area pencarian menjadi dua tim dengan radius 1 km dari titik kejadian. Kami juga membersihkan sampah yang terbawa arus sungai untuk memudahkan monitoring," jelas Riqi.

Tim SAR juga menggunakan drone (pesawat tanpa awak) untuk pemantauan udara pada pukul 13.30 WITA, namun tidak menemukan hasil. Pada pukul 15.00 WITA, tim gabungan menggunakan kapal KSOP 469 untuk membuat gelombang arus bawah, salah satu teknik pencarian korban yang mungkin tersangkut di dasar sungai.

"Sesuai SOP dan UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian malam hari tidak dilakukan. Kami hanya melakukan monitoring dan menginformasikan kapal-kapal yang melintas melalui radio Marine untuk membantu memantau," ujar Riqi.

Saat ditanya tentang adanya ritual adat selama pencarian, Riqi mengonfirmasi bahwa pihak keluarga melakukan upaya spiritual meskipun tidak secara besar-besaran. "Kami menghormati adat istiadat yang dilakukan keluarga," tutup Riqi.

Pencarian terhadap Fahri akan dilanjutkan pada Senin (24/6/2024) hari ini, dengan harapan dapat menemukan bocah 13 tahun tersebut.

Diketahui, Fahri merupakam warga Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu. Dia hilang saat bermain bersama empat temannya.

Mereka mandi di kawasan Teluk Lerong Garden, Jalan RE Martadinata, Teluk Lerong Ilir. Ketika sedang bermain di tepi sungai, Fahri berusaha mengambil bola yang hanyut ke tengah sungai yang berarus deras. Fahri sempat berteriak minta tolong saat arus mulai menyeretnya.

Upaya penyelamatan oleh teman-temannya dengan melemparkan tali gagal karena tali putus. Seorang warga yang berusaha menolong dengan terjun ke sungai juga gagal karena arus yang terlalu kuat.

Melihat situasi semakin genting, teman-teman Fahri berlari ke jalan raya mencari bantuan. Dua warga lainnya mencoba menolong, namun terhalang pusaran air yang kuat. Meskipun Fahri sempat terlihat timbul beberapa kali, ia akhirnya tenggelam dan hilang dari pandangan. (*)

Penulis: Gio
Editor: Ridho M