search

Daerah

Pemkot SamarindaHUT Kota Samarinda ke-356HUT Pemkot Samarinda ke-64Andi Harun

Peringati HUT Kota Samarinda ke-356, Andi Harun Paparkan Berbagai Prestasi dan Capaian Pemkot

Penulis: Febri Ari Sandi
Minggu, 21 Januari 2024 | 444 views
Peringati HUT Kota Samarinda ke-356, Andi Harun Paparkan Berbagai Prestasi dan Capaian Pemkot
Peringatan HUT ke-356 Kota Samarinda dan HUT ke-64 Pemkot (Febri Ari Sandi/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar upacara dalam memperingati HUT ke-356 Kota Samarinda dan HUT ke-64 Pemkot, yang berlangsung di lapangan parkir GOR Segiri Samarinda, pada Minggu (21/01/2024).

Dalam sambutannya, Wali Kota Samarinda Andi Harun menjelaskan bahwa setengah abad lalu kota yang dijuluki Kota Tepian hanyalah sebuah kampung besar yang pertumbuhannya didorong oleh kekuatan emas hijau dan emas hitam.

Hanya dalam kurun waktu 13 tahun, jumlah penduduk Samarinda bertambah 200 ribu atau tepatnya dari 609.380 jiwa (2009) menjadi berjumlah 834.824 jiwa (2023).

"Artinya, sepuluh tahun lagi akan mencapai 1 juta jiwa, dan diperkirakan akan menjadi metropolitan tidak lebih dari 10 tahun lagi, lebih-lebih setelah wilayah Kalimantan Timur ditetapkan menjadi Ibu Kota Nusantara," ungkapnya.

Lebih lanjut, selain dalam jumlah penduduk, Samarinda memiliki kekuatan ekonomi tak terbendung yang mengantarkan Kalimantan Timur menuju puncak perekonomian nasional.

"Dalam putaran perdagangan dan jasa, Samarinda menunjukkan kehebatannya.
Kota Samarinda bukan sekadar ibu kota, tapi juga pusat kehidupan dan peradaban di Kalimantan Timur," ucapnya.

Menurutnya, sejarahnya merentang kembali ke Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959, ketika Pemerintahan Kota Samarinda mulai terbentuk. Keberhasilan Samarinda tak lepas dari kenyamanan yang diusungnya.

"Kota ini membawa dampak positif pada pertumbuhan ekonomi, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur. Dalam bidang konstruksi, perdagangan, dan pertambangan, energi dari kota ini mengundang dahaga para investor untuk mulai berinvestasi," tuturnya.

Dikatakan Andi Harun, Samarinda kini telah bertransformasi menjadi Kota Peradaban yang berkemajuan, yang diwujudkan melalui pembangunan di setiap sektor kehidupan. Sekarang, saatnya bersinergi menuju Samarinda yang makin maju.

"Beberapa indikator tersebut diantaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Samarinda tahun 2023 lalu mencapai 82,61 bertumbuh dari tahun 2020 lalu yang berada di angka 80,11," katanya.

"Angka kemiskinan menurun signifikan, dari tahun 2021 di angka 4,99 turun menjadi  4,81 di tahun 2023. Indeks Kepuasan Masyarakat saat ini berada di angka yang stabil yakni 87,85 dengan kategori baik," tambahnya.

Adapun indeks kualitas udara, sebagai wujud dari tertatanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Samarinda berada di angka 85,31. Angka ini meningkat 3,5 poin dari tahun sebelumnya yakni 81,81.

Selain itu, tingkat pengendalian inflasi daerah terkendali stabil di angka 3,37. Angka ini lebih baik dari pada pengendalian inflasi tahun 2022, yakni 4,45 %. 

Adapun persentase perkembangan perekonomian Kota Samarinda berada di angka 6,58% (dari data yang dikeluarkan BI Tahun 2023), hal ini menandakan Samarinda terus bertumbuh dengan konsisten.

Melalui momentum ini, pihak pemkot ingin mengajak seluruh elemen masyarakat agar bergerak bersama, mewujudkan Samarinda yang semakin maju. Salah satunya dengan menjaga kondusifitas Kota Samarinda.

Kondusifnya Kota Samarinda memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan perekonomian yang telah berjalan baik dan stabil dari tahun ke tahun. Hal ini tentu menjadi support system dan energi positif pada sektor konstruksi, perdagangan, dan jasa, yang menjadi sektor menarik bagi investor.

Orang nomor satu di Samarinda juga menambahkan tahun 2023 lalu Samarinda melesat dengan meraih penghargaan bergengsi, seperti Indonesia’s Most Liveable City 2023, dari Indonesian Association of Urban and Regional Planner.

Dengan adanya predikat penghargaan ini, Andi Harun menyebut pihaknya semakin bersemangat dalam memacu Kota Samarinda agar terus memberikan fasilitas sarana dan prasarana, khususnya yang mendukung kelancaran arus barang dan jasa sehingga dapat menarik investor sebanyak-banyaknya.

"Pembangunan daerah ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang memadai bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda setiap tahunnya merencanakan pendanaan yang terangkum dalam APBD, yang terdiri dari 3 komponen utama, yaitu pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda memiliki tren fluktuatif, tetapi nilainya telah meningkat signifikan jika dibandingkan dengan capaian 3 tahun lalu. Tahun 2020, PAD Samarinda masih berada di angka Rp. 485.000.000.000 (empat ratus delapan puluh lima milyar), sedangkan tahun 2023 PAD Samarinda mencapai Rp. 838.000.000.000 (delapan ratus tiga puluh delapan milyar).

"Kenaikan signifikan pada nilai PAD tersebut merupakan salah satu bukti nyata kerja keras Pemerintah Kota Samarinda dalam menggali potensi wilayah," katanya.

Selanjutnya, Andi Harun memaparkan keberhasilan Pemkot Samarinda dalam mendapatkan 2 (dua) level sekaligus karena kategori nilai TINGGI (3,4529) pada penilaian LPPD (Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah) berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI tertanggal 21 Desember 2023, sebagai berikut:

1. Peringkat 1 tingkat Provinsi Kalimantan Timur
2. Peringkat 8 tingkat Nasional

"Bagi Perangkat Daerah yang merasa belum maksimal, dapat berakselerasi bersama demi tercapainya penilaian yang lebih baik lagi di tingkat nasional. Namun pencapaian ini adalah pencapaian bersama, kegembiraan kolektif dan dipersembahkan untuk warga Samarinda," pungkasnya. (*)

Editor: Rafika