search

Daerah

Tarian Long Diang Yung SangattaKepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 09 Sangatta Utara

Tarian Kisah Pilu Long Diang Yung Membawa Kepsek TK Kemala Bhayangkari 09 Sangatta Utara Juara 1 Porseni Kaltim

Penulis: Redaksi Presisi
Kamis, 30 November 2023 | 473 views
Tarian Kisah Pilu Long Diang Yung Membawa Kepsek TK Kemala Bhayangkari 09 Sangatta Utara Juara 1 Porseni Kaltim
Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 09 Sangatta Utara, Maryam Aria Arifin saat menari kisah pilu Long Diang Yung, Kamis (30/11/2023)

Sangatta, Presisi.co - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diperingati setiap tanggal 25 November. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur menggelar upacara HGN dan HUT PGRI di halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi Sangatta, Kamis (30/11/2023).

Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 09 Sangatta Utara, Maryam Aria Arifin mendapatkan penghargaan. Maryam menjadi juara 1 di Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Provinsi Kaltim.

"Alhamdulillah kemarin di tingkat Provinsi Kaltim mendapat juara 1 seni tari kreasi daerah Nusantara putri," ungkap Maryam.

Dia berhasil membawakan tarian yang menceritakan kisah pilu Long Diang Yung. Dari tarian itu membawanya meraih prestasi tingkat Provinsi Kaltim. Rencananya, dirinya akan mewakili Provinsi Kaltim ke tingkat nasional.

Setelah menerima penghargaan dari Pemkab Kutim, Maryam diberi kesempatan menampilkan tarian Kisah Pilu Long Diang Yung di hadapan Forkopimda dan tamu undangan saat upacara HGN dan HUT PGRI.

Tarian tersebut bagian dari upacara adat Lom Plai yang digelar setiap tahun di Kecamatan Muara Wahau oleh suku Dayak Wehea.

"Kisahnya, Long Diang Yung putri padi yang zaman dulu saat padi keadaan kering, putri itu yang bisa menumbuhkan kembali di daerah kita (Wahau Wehea)," jelasnya.

Dimana, Long Diang Yung anak dari Diang Yung Ratu Dayak Wehea. Di mana Ratu Dayak Wehea itu mengorbankan anaknya hingga meneteskan darah demi menyuburkan kembali padi di wilayah Wehea.

"Tetesan darahnya itulah yang dapat mengalir ke tanah dan sampai tumbuh kembali padi yang ada di daerah Wahau, dimana upacara tersebut dilakukan setiap tahun dengan sebutan Lomplai," pungkasnya.