search

Berita

Lapas Narkotika Samarinda Temukan 7 HPWarga Binaan Tes UrinHuniar Warga Binaan Digeledah

Kamar Hunian Warga Binaan Lapas Narkotika Samarinda Digeledah, Petugas Temukan 7 HP hingga Cutter

Penulis: Muhammad Riduan
1 jam yang lalu | 0 views
Kamar Hunian Warga Binaan Lapas Narkotika Samarinda Digeledah, Petugas Temukan 7 HP hingga Cutter

Samarinda, Presisi.co – Kamar hunian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kalimantan Timur, digeledah dalam razia gabungan, pada Jumat (18/9/2026) malam.

Razia melibatkan jajaran pemasyarakatan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, kepolisian, TNI, Polisi Militer (PM), Brimob, serta sejumlah satuan kerja terkait.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kaltim, Yan Rusmanto mengatakan razia dilakukan untuk mendukung keamanan dan ketertiban sekaligus memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan berjalan dengan baik.

“Kegiatan penggeledahan ini diawali dengan pelaksanaan tes urine kepada 50 warga binaan secara acak yang disaksikan oleh teman-teman dari BNNP dan aparat penegak hukum lainnya. Alhamdulillah hasilnya semuanya negatif,” ucapnya kepada media.

Selain warga binaan, petugas atau pegawai Lapas juga menjalani tes urine secara acak. Hasil pemeriksaan terhadap pegawai disebut seluruhnya negatif.

Setelah tes urine, petugas melanjutkan penggeledahan ke seluruh blok dan kamar hunian warga binaan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Dalam razia tersebut, petugas menemukan tujuh unit telepon seluler (handphone/HP). Namun, seluruh handphone tersebut ditemukan di area luar kamar hunian.

“Dari tujuh handphone tidak ada satu pun yang ada dalam kamar,” jelas Yan.

Ia menduga handphone tersebut sengaja dibuang ke luar kamar ketika warga binaan mengetahui adanya penggeledahan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan ke bagian belakang area hunian dan menemukan sejumlah handphone tersebut.

Selain handphone, petugas juga menemukan sejumlah barang lain, di antaranya cutter dan korek api.

Yan menjelaskan, keberadaan barang-barang tersebut tetap menjadi perhatian meskipun sebagian mungkin digunakan untuk kebutuhan pribadi. Sebab, jika jumlahnya banyak, barang tersebut berpotensi disalahgunakan dan mengganggu keamanan serta ketertiban.

“Ketika jumlahnya banyak juga tentunya kita tidak berharap adanya kegiatan-kegiatan yang mungkin dilakukan untuk kegiatan yang lain yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Menurut Yan, warga binaan biasanya memiliki sejumlah cara untuk menyembunyikan barang terlarang agar tidak ditemukan petugas. Barang dapat disimpan di bawah tempat tidur atau di sela-sela pakaian, namun lokasi tersebut relatif mudah diperiksa.

Karena itu, barang tertentu disebut kerap dibuang melalui lubang angin atau celah bangunan menuju area di luar kamar.

“Ketika dibuang kan kita tidak bisa mendeteksi punya siapa. Karena kalau ketahuan di dalam kamar pasti akan ada tindak lanjutnya, akan di-BAP dilanjutkan dengan pencatatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen BNNP Kaltim, AKP Dwi Wibowo Laksono mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap lingkungan hunian maupun warga binaan.

BNNP Kaltim juga menurunkan anjing pelacak atau K9 untuk membantu proses penggeledahan hingga ke dalam kamar hunian.

“Kami dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim sampai membawa K9. Itu kita geledah masuk sampai ke dalam-dalam,” kata Dwi.

Menurutnya, penggunaan K9 diperlukan untuk membantu petugas menemukan kemungkinan barang yang disembunyikan di tempat-tempat tertentu.

Dwi menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan tes urine yang dilakukan, kondisi Lapas Narkotika Samarinda dinilai semakin tertib.

“Kami sudah saksikan bahwa memang tidak ada dan tes urine pun petugas kami yang biasa memang melaksanakan tes urine juga menyaksikan bahwa memang benar-benar di sini sudah makin baik, makin tertib,” pungkasnya.(*)

Editor : Redaksi