Nelayan Hilang di Muara Badak Kukar Ditemukan Meninggal Dunia, Tim SAR Sempat Hadapi Ancaman Buaya
Penulis: Umar Daud Muhammad
Jumat, 01 Mei 2026 | 136 views
Proses evakuasi korban tenggelam oleh tim SAR (Foto : Dok. BPBD Kukar)
Tenggarong, Presisi.co – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Muhammad Rizal (33), nelayan yang dilaporkan hilang terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kutai Kartanegara.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat 1 Mei 2026 pagi, tidak jauh dari titik awal dilaporkan hilang.
Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata, mengatakan pencarian memasuki hari kedua sejak korban dilaporkan menghilang pada Kamis 30 April 2026.
Operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WITA setelah seluruh unsur SAR melaksanakan briefing dan pembagian sektor penyisiran di kawasan perairan Muara Badak.
“Pencarian hari kedua kami fokuskan di sekitar lokasi kejadian dengan luas area sekitar dua nautical mile persegi. Seluruh unsur melakukan penyisiran menggunakan perahu dan peralatan SAR air,” ujar Eko.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah tim gabungan menemukan korban sekitar 200 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam.
“Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam. Saat ditemukan kondisinya sudah meninggal dunia, kemudian langsung kami evakuasi dan dibawa ke rumah duka,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan sejumlah armada dan perlengkapan, mulai dari rescue car, rubber boat Basarnas, speed boat Pos TNI AL Marangkayu, perahu BPBD Kukar, perahu Disdamkar Muara Badak, speed boat warga, hingga perahu nelayan.
Selain itu, personel juga dilengkapi perlengkapan selam, medis, komunikasi, dan SAR air untuk mendukung proses pencarian.
Eko mengungkapkan, proses pencarian sempat menghadapi tantangan cukup berat akibat kondisi gelombang yang besar di area perairan.
Tidak hanya itu, lokasi pencarian juga diketahui merupakan habitat buaya sehingga personel harus bekerja dengan tingkat kewaspadaan tinggi.
“Hambatan utama di lapangan gelombang lumayan besar dan lokasi ini juga habitat buaya, jadi tim tetap mengutamakan keselamatan saat melakukan penyisiran,” ungkapnya.
Meski demikian, kondisi cuaca cerah pada pagi hari membantu mempercepat proses pencarian korban.
Operasi SAR kemudian resmi ditutup pada pukul 08.30 WITA setelah seluruh unsur melakukan debriefing bersama.
Seluruh personel selanjutnya dikembalikan ke instansi masing-masing untuk kembali bersiaga.
Adapun unsur yang terlibat dalam pencarian terdiri dari Tim Rescue Basarnas Balikpapan, BPBD Kukar, Disdamkar Muara Badak, Pos TNI AL Marangkayu, relawan kebencanaan, warga sekitar, hingga pihak keluarga korban. (*)