search

Berita

Muhammad Nasir Hadi Badjeber Hiswana Migas Samarinda Stok BBM LPG

Hiswana Migas Pastikan Stok BBM dan LPG Aman, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu

Penulis: Akmal Fadhil
Jumat, 03 April 2026 | 23 views
Hiswana Migas Pastikan Stok BBM dan LPG Aman, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
Ilustrasi kelangkaan BBM dan LPG yang menjadi isu nasional di Indonesia. (Istimewa).

Samarinda, Presisi.co – DPC Hiswana Migas Samarinda memastikan ketersediaan BBM dan LPG di Kalimantan Timur tetap aman di tengah isu ketidakpastian global.

Masyarakat pun diminta tidak panik ataupun melakukan pembelian berlebihan.

Plt Ketua DPC Hiswana Migas Samarinda, Muhammad Nasir Hadi Badjeber, menegaskan bahwa distribusi energi hingga kini masih berjalan normal tanpa hambatan berarti.

“Untuk sementara, informasi yang kami terima belum ada kekurangan pasokan. Distribusi BBM dan LPG masih lancar,” ujarnya Kamis 2 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa pihak Pertamina telah memberikan penjelasan terkait situasi global yang berkembang, namun kebijakan lanjutan masih menunggu keputusan pemerintah.

Wilayah kerja Hiswana Migas Samarinda sendiri mencakup Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu. Di seluruh wilayah tersebut, kondisi pasokan disebut tetap stabil.

Nasir juga memastikan bahwa ketersediaan LPG 3 kilogram masih mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama di Samarinda yang didukung infrastruktur distribusi yang memadai.

“Kalau di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, jumlah SPBE cukup banyak, jadi insyaallah aman,” katanya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan Kalimantan Utara yang terkadang menghadapi kendala distribusi karena faktor geografis.

“Geografisnya berbeda, sehingga keterlambatan kapal pengangkut bisa memicu kelangkaan. Tapi untuk Kaltim, relatif lebih siap,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nasir mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar di media sosial.

“Kami imbau masyarakat tidak terpengaruh hoaks, karena itu sering memicu antrean panjang dan kepanikan,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta pangkalan LPG untuk lebih selektif dalam melayani konsumen dengan mengutamakan warga sekitar.

“Pangkalan sebaiknya mendahulukan masyarakat di lingkungan sekitar agar tidak terjadi aksi borong dari luar,” ujarnya.

Terkait potensi pelanggaran seperti penjualan di atas HET atau penimbunan, masyarakat diminta aktif melapor.

“Silakan laporkan ke agen. Setiap pangkalan wajib mencantumkan nomor pengaduan agar bisa segera ditindak,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi

Baca Juga