search

Berita

Marnabas PatiroyKampung Tenun Samarinda Desa Wisata Tenun Ekonomi Kreatif Samarinda

Pemkot Samarinda Perkuat Pengembangan Kampung Tenun sebagai Destinasi Wisata dan Ekraf

Penulis: Muhammad Riduan
7 jam yang lalu | 1 views
Pemkot Samarinda Perkuat Pengembangan Kampung Tenun sebagai Destinasi Wisata dan Ekraf
Launching kerjasama di Kantor Kelurahan Tenun, Selasa 31 Maret 2026. (Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mendorong pengembangan Desa Wisata Kampung Tenun di Samarinda Seberang sebagai destinasi unggulan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif, peluncuran program pariwisata dan ekraf, serta BIMA ETAM Seri ke-11 yang digelar di Kantor Kelurahan Tenun, Selasa 31 Maret 2026.

Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy mengatakan bahwa sejatinya program tersebut merupakan kelanjutan dari pengembangan Kampung Tenun yang telah dimulai sebelumnya.

“Ini bukan launching pertama. Sebelumnya kita sudah menjadikan kawasan ini sebagai Kampung Tenun dan sekarang terus kita kembangkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Samarinda telah merencanakan penataan kawasan secara menyeluruh, termasuk pengembangan rumah-rumah warga dan fasilitas pendukung agar terintegrasi sebagai destinasi wisata.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), semakin memperkuat pengembangan kawasan tersebut.

“Sekarang dukungan semakin meningkat. BI membantu, provinsi juga lebih fokus. Harapannya kawasan ini benar-benar menjadi tujuan wisata,” katanya.

Pemkot Samarinda juga merencanakan pembangunan dermaga untuk mendukung konektivitas wisata sungai, termasuk integrasi dengan program wisata susur Sungai Mahakam.

“Kita berharap nanti wisatawan yang ikut susur Mahakam bisa mampir ke Kampung Tenun, beribadah di Masjid Shiratal Mustaqim, dan menghidupkan ekonomi masyarakat di sini,” jelasnya.

Selain itu, penguatan branding pariwisata juga menjadi fokus, sehingga wisatawan memiliki tujuan yang jelas saat berkunjung ke Samarinda, termasuk untuk membeli produk khas seperti sarung tenun dan aksesoris.

Marnabas mengakui salah satu kendala saat ini adalah keterbatasan kapasitas produksi, terutama untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

“Kalau produksi manual, satu sampai dua hari baru jadi satu. Makanya kita berharap ada bantuan mesin agar produksi bisa meningkat hingga ratusan per hari,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar Kampung Tenun berkembang tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat (*)

Editor: Redaksi