Penulis: Redaksi Presisi
JAKARTA, Presisi.co - Deretan karangan bunga duka yang memenuhi jalan menuju rumah penyanyi Vidi Aldiano menandakan kalau sang pesohor memiliki tempat tersendiri di hati para pengirim.
Suasana duka terasa kuat di sekitar rumah duka, ketika berita perlaya hadir pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sejak pagi hari, pelayat berdatangan secara bergantian menyampaikan doa dan penghormatan terakhir kepada musisi yang telah lama berkiprah di industri musik Tanah Air itu.
Di area luar pagar rumah duka, suasana tampak lebih ramai dibandingkan hari biasanya. Kendaraan yang melintas di sekitar lokasi terlihat memperlambat laju ketika melewati kawasan tersebut. Sejumlah orang tampak berhenti sejenak, sementara yang lain berjalan mendekat ke depan rumah duka untuk memanjatkan doa singkat.
Salah satu pemandangan yang cukup menonjol adalah deretan karangan bunga yang memenuhi sisi jalan. Tercatat lebih dari 50 papan bunga berjejer di sepanjang pagar hingga trotoar di sekitar rumah. Beragam warna bunga seperti kuning, putih, merah, dan ungu membuat area tersebut terlihat penuh, meskipun suasana tetap terasa tenang dan diliputi rasa kehilangan.
Ucapan belasungkawa seperti “Turut Berduka Cita” dan “Selamat Jalan” tertulis di banyak papan bunga yang terpasang. Karangan bunga tersebut datang dari berbagai pihak, mulai dari sahabat, rekan kerja di dunia hiburan, hingga sejumlah perusahaan dan brand yang pernah bekerja sama dengan almarhum.
Beberapa nama figur publik juga terlihat sebagai pengirim papan bunga tersebut, di antaranya Andre Taulany, Cinta Laura, serta Erika Carlina. Selain itu, masih banyak papan bunga lain yang berasal dari kalangan industri hiburan maupun berbagai perusahaan yang turut menyampaikan rasa belasungkawa.
Deretan papan bunga tersebut bahkan membentang beberapa meter dari pagar rumah duka. Sejumlah pelayat tampak berhenti sejenak untuk membaca nama-nama pengirim yang tertera di papan bunga itu. Bagi sebagian orang, karangan bunga tersebut menggambarkan luasnya relasi dan pertemanan yang dimiliki oleh Vidi selama perjalanan kariernya.
Di luar rumah duka, pelayat datang dengan berbagai cara. Ada yang hadir bersama keluarga, ada pula yang datang bersama rekan atau sahabat. Mereka berdiri di depan pagar rumah dengan sikap tenang. Sebagian menundukkan kepala, sementara yang lain memanjatkan doa secara singkat sebelum meninggalkan lokasi.
Beberapa penggemar juga terlihat berada di sekitar area tersebut. Mereka menjaga jarak dari rumah duka dan tetap menghormati suasana yang sedang berlangsung. Banyak di antara mereka yang datang hanya untuk berada sejenak di lokasi sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Warga sekitar pun tampak memperhatikan situasi yang terjadi di lingkungan mereka. Beberapa berdiri di depan rumah atau di tepi jalan sambil mengamati arus pelayat yang terus datang dan pergi sepanjang hari. Aktivitas di kawasan itu terasa sedikit berbeda dari hari-hari biasanya.
Walaupun tidak semua pelayat berada lama di lokasi, kehadiran mereka menunjukkan besarnya perhatian terhadap sosok Vidi Aldiano. Dari rekan di industri hiburan, mitra profesional, hingga para penggemar, banyak pihak datang untuk menyampaikan rasa kehilangan mereka. Karangan bunga yang terus berdatangan sepanjang hari menjadi salah satu bentuk penghormatan terakhir dari berbagai kalangan. Papan-papan bunga tersebut tidak hanya memenuhi area depan rumah duka, tetapi juga menjadi simbol relasi dan perjalanan karier yang telah dibangun oleh Vidi selama ini.
Di tengah suasana yang tenang dan penuh duka, para pelayat datang dan pergi dengan membawa doa masing-masing. Sementara itu, deretan papan bunga yang terus bertambah di depan rumah duka menjadi tanda bahwa banyak orang yang merasa kehilangan atas kepergian Vidi Aldiano. (Novia Intan Nur Ramadhani)




