Penulis: Muhammad Riduan
SAMARINDA, Presisi.co — Kota Samarinda kini tengah membidik peluang emas untuk menjadi tuan rumah ajang internasional bergengsi, Piala AFF U-17 2026. Turnamen sepak bola kelompok umur tingkat Asia Tenggara tersebut dijadwalkan bakal menghentak pada April 2026 mendatang.
Rencana besar ini mengemuka setelah adanya komunikasi intensif antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) dengan Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi.
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, mengonfirmasi bahwa peluang Piala AFF U-17 2026 Samarinda menjadi kenyataan sangat terbuka lebar. Namun, ada sejumlah parameter penilaian yang harus dipenuhi agar "Kota Tepian" resmi ditunjuk oleh federasi.
“Beberapa waktu lalu saya sempat berbicara dengan Sekjen PSSI terkait persiapan kejuaraan Piala AFF U-17 di Samarinda, Kalimantan Timur. Tentu ada beberapa catatan penilaian untuk menjadikan kita sebagai tuan rumah,” ujar Muslimin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 18 Februari 2026 sore.
Keseriusan PSSI dalam memantau kesiapan Samarinda dibuktikan dengan kunjungan tim verifikasi langsung ke lapangan. Tim tersebut bertugas meninjau kelayakan fasilitas olahraga yang tersedia di ibu kota Kalimantan Timur ini.
“Tim PSSI sudah datang untuk melihat bagaimana kesiapan kita secara langsung,” jelas Muslimin.
Muslimin menegaskan, secara prinsip Pemkot Samarinda sangat siap jika dipercaya mengemban tanggung jawab internasional tersebut. Meski demikian, ia mengakui masih ada detail teknis dan dukungan infrastruktur yang harus dimatangkan.
“Hal ini harus dibicarakan lebih lanjut oleh pihak PSSI kepada Wali Kota, termasuk koordinasi teknis dengan kami yang ada di lapangan nanti,” tambahnya.
Terkait infrastruktur pertandingan Piala AFF U-17 2026 Samarinda, Stadion Segiri muncul sebagai opsi utama. Mengingat lokasinya yang strategis di pusat kota, stadion ini diharapkan mampu menjadi magnet bagi penonton.
Tak hanya Segiri, tim survei PSSI juga dilaporkan telah meninjau Stadion Utama Kaltim di Palaran sebagai alternatif pendukung.
“Cuma kami belum tahu hasil surveinya, apakah stadion-stadion ini sudah dianggap layak atau ada evaluasi lain,” kata Muslimin.
Selain Samarinda, tetangga terdekat yakni Kota Balikpapan dengan Stadion Batakan-nya juga disebut masuk dalam radar PSSI sebagai lokasi pertandingan.
Muslimin berharap komunikasi antara PSSI dan Pemkot Samarinda segera menemui titik terang. Kehadiran turnamen sekelas Piala AFF diyakini tidak hanya memajukan gairah sepak bola lokal, tetapi juga mendongkrak sektor pariwisata daerah.
“Jelas harapan pemerintah, kita sangat bersyukur jika ditunjuk. Tapi tentu ada hal-hal yang harus dibicarakan sesuai dengan kondisi saat ini,” pungkasnya.
Jika restu PSSI resmi dikantongi, ajang ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi industri olahraga di Samarinda pada tahun 2026. (*)
Editor: Redaksi




