search

Internasional

PM ModiIndia ganti namaIndia jadi bharatAlasan India ganti nama

Heboh Perdana Menteri India Mau Ganti Nama Negaranya, Jadi Apa Sekarang?

Penulis: Rafika
Sabtu, 09 September 2023 | 1.957 views
Heboh Perdana Menteri India Mau Ganti Nama Negaranya, Jadi Apa Sekarang?
PM India Narendra Modi. (Sumber: via VOA Indonesia)

Presisi.co - Negara India akhir-akhir ini tengah menjadi sorotan publik internasional. Pasalnya, Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi mengungkapkan rencananya untuk mengubah nama India menjadi Bharat. Wacana penggantian nama ini juga rencananya akan dibahas dalam sidang khusus parlemen yang digelar dua pekan mendatang. 

Belum lama ini, kontroversi perubahan nama India menjadi Bharat menjadi perbincangan publik. Hal itu terkuak setelah Rashtrapati Bhawan mengirimkan undangan makan malam G20 kepada Pemerintah India dengan nama tertuju "Presiden Bharat".

Kabar ini juga dibenarkan oleh salah satu anggota Kongres Nasional India, Jairam Ramesh, yang menyebut pergantian nama negeri Bollywood ini awalnya terungkap dalam sebuah undangan makan malam G20.

Menurut Ramesh, Rashtrapati Bhawan mengirimkan undangan makan malam G20 untuk tanggal 9 September. Namun uniknya, di situ tidak tertulis atas nama 'Presiden India' melainkan 'Presiden Bharat'.

"Beritanya memang benar," tulis Ramesh dalam akun X-nya, dikutip Sabtu (9/9/2023).

"Rashtrapati Bhawan telah mengirimkan undangan resmi makan malam G20 yang akan diadakan pada tanggal 9 September, atas nama 'Presiden Bharat' alih-alih 'Presiden India' seperti biasanya," lanjut Ramesh.

Mengutip dari laman ANI News, Pemimpin Kongres Adhir Ranjan Chowdhury menyebutkan alasan Perdana Menteri India Narendra Modi memutuskan mengganti nama negara tersebut menjadi Bharat.

Adapun alasan Perdana Menteri India Narendra Modi memutuskan mengganti nama negara India menjadi Bharat ialah lantaran nama tersebut dulunya diberikan oleh bangsa yang dulunya menjajah Inggris.

"Nama India juga diberikan oleh negara-negara asing (Penjajahan Inggris)," kata Adhir, dikutip dari Suara.com.

Selain itu, Adhir juga menyebut bahwa keinginan PM Modi untuk mengganti nama India semakin menggebu-gebu kala salah satu kongres oposisi mengumumkan aliansi baru dengan nama The Indian National Developmental Inclusive Alliance (I.N.D.I.A)

Sejak hari terbentuknya aliansi tersebut, lanjut Adhir, PM Modi menunjukkan sikap ketakutan terhadap nama India. Bahkan, kebenciannya terhadap nama India semakin meningkat hingga akhirnya memutuskan menggantinya menjadi nama lain.

"Saya pikir PM Modi sendiri takut dengan nama India. Sejak hari terbentuknya aliansi bernama INDIA, kebencian PM Modi terhadap nama itu semakin meningkat," katanya.

Untuk diketahui, politikus oposisi di Kongres India memang sering menyuarakan pendapat untuk lebih memerhatikan isu tentang Manipur.

Sementara Kongres INDIA mengemukakan, PM Modi menghindar dan enggan memberikan keadilan bagi Manipur. Selain itu, PM Modi dinilai mengabaikan isu lain yang penting di negara tersebut. (*)

Editor: Rafika

Baca Juga