search

Lifestyle

Mei ChristyLatitaka BorneUMKM BalikpapanHerbal DayakHerbal Asli Kalimantan

Herbal Asli Kalimantan dari Latitaka Borneo Tembus Pasar Turki

Penulis: Nur Rizna Feramerina
Senin, 23 Agustus 2021
Herbal Asli Kalimantan dari Latitaka Borneo Tembus Pasar Turki
Mei Christy dengan produk-produk yang ditawarkan Latitaka Borneo. (istimewa)

Balikpapan, Presisi.co - Produk UMKM di Balikpapan saat ini telah menjamur baik dari sektor kuliner, aksesoris, hingga produk herbal. Salah satunya adalah Latitaka Borneo yang menjual produk herbal racikan asli dari Kalimantan.

Di bawah Binaan Pertamina, Latitaka Borneo berhasil menembus pasar Turki pada bulan Juli lalu. Herbal racikan Latitaka Borneo dijual di sebuah restaurant bernama Kuscu Konak & Café di Safranbolu, salah satu kota kecil di Turki yang terkenal dengan bangunan bersejarah khas kekaisaran Ottoman.

Beralamat di Kelurahan Gunung Bahagia. Latitaka Borneo memproduksi herbal khas Suku Dayak dengan bahan baku dari alam mulai dari akar kuning, pasak bumi, akar tembelekar dan beberapa herbal khas Dayak lainnya.

Berbagai bahan herbal ini diracik dan dikemas dengan mengutamakan higienitas sehingga bermanfaat sebagai obat maupun terapi untuk beberapa penyakit seperti nyeri, flu, batuk, imunitas tubuh, vitalitas, kesehatan kulit, kanker, hepatitis dan lainnya.

Pemilik Latitaka Borneo adalah Mei Christy. Ia menyebut, ketekunan, keuletan dan jaringan komunikasi yang luas dibutuhkan bagi sebuah UMKM. Meski terbilang baru bergabung dengan Program Kemitraan pertamina, namun ia merasa produk-produknya menjadi lebih berkembang.

"Dampaknya langsung kami rasakan. Sampai produk kami sampai Ke Turki, semua ini berkat Pertamina,” ungkap Mei.

Sebelum berhasil menembus pasar Turki, Mei mengaku mengikuti promosi sesama pelaku UMKM dalam kelas Sekolah Ekspor Indonesia. Singkat cerita, salah satu anggota yang berdomisili di Turki mengaku tertarik dengan produk herbal gula merah yang ditawarkan oleh Latitaka.

“Kebutuhan gula merah sendiri dipasok ke Turki dari negara-negara Asia, salah satunya Indonesia. Selain gula merah, mereka juga meminta produk herbal kami untuk gangguan insomnia yang berupakan penyakit dengan persentase besar di Republik Turki. Dan memang baru-baru ini kami juga sudah launching produk herbal khusus untuk gangguan insomnia,” terang Mei.

Nama Latatika, lanjut Mei berasal dari bahasa daerah Suku Dayak Paser yang berarti hutan kita (lati “hutan”, taka “kita”). Hingga saat ini, Latitaka mempekerjakan pemuda dan pemudi Kalimantan sekaligus sebagai upaya menggerakkan ekonomi di sekitar rumah produksi Latitaka.

Tidak hanya itu, Latitaka Borneo juga mendukung pelestarian hutan adat di kawasan Long Gelang Kabupaten Paser serta pendidikan bagi anak-anak Dayak yang kurang mampu.

Editor: Yusuf