search

Lifestyle

Taksi JambanBajadul BalikpapanJeep VintageBenhur PanjaitanKoh Atak

Mengenang Taksi Jamban, Jeep Tentara Australia yang Pernah Dijadikan Angkot di Balikpapan

Penulis: Nur Rizna Feramerina
Kamis, 01 April 2021
Mengenang Taksi Jamban, Jeep Tentara Australia yang Pernah Dijadikan Angkot di Balikpapan
Taxi Kayu Reborn milik Komunitas Bajadul Balikpapan. (Nur Rizna Feramerina/Presisi.co)

Balikpapan, Presisi.co – Bulir-bulir hujan baru selesai berjatuhan saat taksi jamban karya Koh Atak dipamerkan ke hadapan wartawan. Angkot vintage asli Balikpapan ini tidak cocok ditumpangi saat hujan. Sebab, moda transportasi umum di zamannya ini tak punya jendela. Akibatnya, tempias hujan akan mengkuyupi badan dan barang bawaan.

Awal mulanya, taksi jamban atau biasa disebut taksi kayu berasal dari mobil jeep yang dibawa tentara sekutu Australia pada 1945. Seusai memenangkan perang atas tentara Jepang, mobil-mobil jeep yang dibawa ke Balikpapan tak ikut dibawa kembali ke Australia.

Dari situ lah, masyarakat Kota Beriman memanfaatkan fasilitas yang ditinggalkan tentara bule itu. Mobil-mobil tersebut oleh masyarakat disulap menjadi alat transportasi. Pintunya dipindahkan ke belakang. Tempat duduknya dibuat berhadapan. Saat itu taksi jamban resmi jadi moda transportasi umum Balikpapan.

“Namun sayang, sekitar 1982-1983 taksi jamban mulai hilang,” kata Ketua Komunitas Balikpapan Jaman Dulu (Bajadul) Benhur Panjaitan.

Demi menjaga sejarah, Benhur dan Bajadul berencana mengaspalkan kembali taksi jamban. Mereka menyebutnya Taxi Kayu Reborn.

Ia berharap taksi jamban bisa menjadi ikon pariwisata Kota Minyak. Saat ini taksi jamban telah dibuat satu unit. Mobil ini dikerjakan Koh Atak, yang pada zaman dulu membantu orangtuanya memodifikasi jeep peninggalan tentara Australia menjadi taksi jamban.

Bentuknya tak berbeda dengan taksi kayu zaman dulu. Namanya saja taksi kayu, tentu bahan yang digunakan berasal dari batang pohon yang kuat.

Koh Atak menggunakan kayu bangkirai sebagai bahan utama. Namun sayang, minimnya dana memaksa proses pembuatan mobil ini jadi terhambat.

Rencananya, mobil seperti ini akan dibuat sebanyak 10 unit. Diletakkan di beberapa destinasi wisata di Balikpapan, serta di beberapa hotel sebagai sarana wisata. (*)

Editor: Rizki

 

Baca Juga