Aklamasi, Arif Rahman Hakim Resmi Ketua DPD KNPI Kaltim
Penulis: Jeri Rahmadani
Minggu, 24 Januari 2021 | 1.286 views
Arif Rahman Hakim, Ketua DPD KNPI Kaltim periode 2021-2023, menerima secara simbolis penyerahan bendera KNPI dari Ketua Umum DPP KNPI Haris.
Samarinda, Presisi.co – Arif Rahman Hakim resmi terpilih menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalimantan Timur periode 2021-2023, melalui Musyawarah Daerah ke XIV yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Sabtu (23/01/2021).
Kenaikan Arif menjadi Ketua DPD KNPI Kaltim itu, diketahui secara aklamasi. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya pengembalian berkas oleh kandidat lain yang mendaftar hingga batas waktu yang ditentukan dalam Musda KNPI XIV tersebut.
Arif menjelaskan, bahwa kedepan dirinya sudah memetakan beberapa langkah dalam memimpin KNPI Kaltim menuju era emasnya.
“Sesuai dengan komitmen saya dengan senior-senior yang ada di Kaltim, bahwa kedepan saya akan melakukan langkah-langkah persuasif. Diawal nanti saya akan banyak keliling silaturahmi (tawaf), untuk menghadap beberapa senior sekaligus menyampaikan hasil Musda ini, kemudian berdiskusi terkait konsepsi KNPI kedepan,” ungkapnya pada Presisi.co.
Langkah yang kedua, lanjut dikatakan Arif, dirinya sudah berkomitmen akan melakukan konsolidasi dengan mengundang kawan-kawan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), terkait pengaktifan kembali KNPI Kaltim yang diarasa telah mati suri sejak 4 tahun yang lalu.
“Dan yang terkahir, barangkali saya kira penting adalah segera mendefinitifkan (bukan sementara) kepengurusan KNPI Kaltim,” jelas Arif.
Disamping itu, berdasarkan teguran dari Ketua Umum DPP KNPI Bung Haris yang turut hadir dalam Musda. Bekas Ketua Harian KNPI Kaltim yang kini menjadi Ketua DPD KNPI Kaltim itu menegaskan bahwa KNPI bukan hanya milik satu warna.
“Teguran dari Ketua Umum, saya pastikan bahwa KNPI bukan milik watu warna, KNPI milik semua kelompok, lintas agama , lintas partai politik. Termasuk saya kira seperti pesan ketua umum bahwa dominasi kawan-kawan kemahasiswaan, khususnya kawan-kawan yang ada di Cipayung, saya kira punya peran besar dalam memajukan KNPI Kaltim,” tutur Arif.
Sementara itu, ketidakhadiran Pemerintah Provinsi dalam Musda kali ini tidak terlalu pusingkan oleh KNPI secara kelembagaan. Lewat Arif, pihaknya masih bisa mentoleransi ketidakhadiran Pemprov Kaltim dalam Musda tersebut.
“Saya kira kami masih mentoleransi. Ada batas wajar bahwa dalam kondisi dinamika seperti ini, Pemprov tidak juga kemudian harus memihak, karena kita-kita ini kan anak-anaknya semua, tidak mungkin jika dia datang, inikan sama saja melegimitasi keberadaan atau satu pihak tertentu yang mana terdapat 4 di kaltim,” ucap Arif.
“Tapi yang terpenting adalah saya sudah mendengar, bahwa tahun ini mudah-mudahan tahun emasnya KNPI. Dispora itu sudah mulai membentuk tim kreteker, ada tim panitia bersama yang akan dibentuk oleh Kemenpora dalam level Nasional,” tambah Arif lagi.
Selain itu, dibeberkan oleh Arif, bahwa dualisme, tigalisme, bahkan empatlisme, yang berada ditubuh organ kepemudaan yang berdiri sejak tahun 1973 dan lahir dari dorongan pentolan Intel legendaris Ali Moertopo itu, merupakan perpecahan dari Pusat yang berimbas hingga ke daerah-daerah.
“Saya kira ini imbas saja, kena imbas semua, kembali semuanya ke Jakarta saya kira,” tandasnya. Presisi.co, Sabtu (23/01/2021).