Harbolnas Tiba, Persaingan E-Commerce Ditentukan oleh Empat Hal Ini
Penulis: Nur Rizna Feramerina
Rabu, 11 November 2020 | 370 views
Ilustrasi
Presisi.co - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 yang ditunggu banyak masyakarat Indonesia akhirnya tiba. Banyak E-Commerce bersaing memberikan penawaran promo untuk manggaet konsumen.
mengutip hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pelayanan Jasa Internet Indonesia terkait penggunaan internet periode 2019 hingga kuartal II 2020 membuktikan produk busana dan kecantikan merupakan produk yang paling banyak dibeli oleh masyarakat Indonesia.
Sedangkan marketplace yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah Shopee dengan angka 27,4 persen. Kemudian Lazada dengan angka 14,2 persen, dan terakhir Tokopedia 5,2 persen.
Sementara itu, beberapa penelitian menujukkan bahwa aktivitas belanja online masyarakat Indonesia dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:
1. Pengetahuan Teknologi
Pentingnya mengetahui teknologi akan memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi online, jika konsumen tidak paham dengan teknologi maka konsumen akan mengalami hambatan untuk berbelanja secara online.
2. Kepercayaan Konsumen
Produsen harus mampu membangun kepercaayaan konsumen. Jika konsumen tidak memberikan kepercayaannya terhadap pihak produsen, maka hal ini akan berdampak terhadap keputusan konsumen untuk berbelanja di toko tersebut.
3. Kualitas Informasi
Menampilkan informasi secara lengkap juga menjadi faktor konsumen memberi keputusan. Jika deskripsi tidak lengkap, konsumen bisa saja merasa ragu dan beralih ke produsen lain yang mungkin memberikan informasi secara lengkap mengenai suatu produk.
4. Kualitas Website yang di dalamnya termasuk Keamanan, Kemudahan Akses dan juga Professional Desain
Keamanan situs dalam juga merupakan hal yang paling penting bagi konsumen agar terhindar dari kejahatan online. Kemudian, mengkategorikan website secara jelas dan rinci agar lebih memudahkan konsumen. Terakhir, tampilan dari website juga dapat mempengaruhi keputusan konsumen, jika tampilan tidak profesional bisa saja konsumen menganggap sebuah toko itu fiktif.