Hobi Analog Kembali Dilirik Anak Muda dari Kamera Jadul hingga Buku Fisik
Penulis: Alfito Desta Nurvianto
1 hari yang lalu | 109 views
Ilustrasi. (Sumber: Istimewa)
Jakarta, Presisi.co - Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, sejumlah anak muda kembali melirik hobi analog, mulai dari menggunakan kamera digital lawas, membaca buku fisik, hingga mengoleksi CD dan piringan hitam. Ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman menggunakan benda fisik masih memiliki tempat di tengah kemudahan layanan digital.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya perhatian terhadap barang-barang lawas yang kembali populer di kalangan Generasi Z. Kamera digital saku, kamera analog, CD, dan iPod sebagai barang yang kembali diminati sebagian anak muda.
Kamera digital lawas menjadi salah satu contoh yang mudah ditemui. Berbeda dari kamera ponsel modern yang menawarkan hasil tajam dan fitur penyuntingan instan, kamera saku generasi lama memiliki karakter gambar yang khas, termasuk warna retro, efek pencahayaan flash, dan hasil foto yang terkadang tidak sempurna.
Karakter tersebut justru menjadi daya tarik bagi sebagian penggunanya. Proses memotret terasa berbeda karena pengguna tidak selalu dapat langsung mengedit hasilnya seperti ketika menggunakan ponsel. Foto yang dihasilkan juga dapat memberikan kesan visual yang berbeda dari gambar digital modern.
Selain fotografi, ketertarikan terhadap media fisik juga terlihat dalam dunia musik. Laporan Tirto pada 8 Agustus 2026 mengutip pendiri toko musik 33 RPM, Miko Andrean, yang menyebut adanya perubahan demografi pembeli piringan hitam dalam acara Record Store Day. Menurut Miko, pembeli dari kalangan Gen Z terlihat semakin menonjol, bahkan mencakup anak usia sekolah.
Miko menjelaskan bahwa format fisik memberikan pengalaman kepemilikan yang berbeda dibandingkan layanan streaming. Melalui CD atau piringan hitam, penggemar dapat memiliki bentuk fisik dari karya musisi favorit mereka, bukan sekadar akses untuk mendengarkannya secara daring.
Kecenderungan serupa juga terlihat pada buku fisik. Di tengah kemudahan membaca melalui ponsel dan perangkat elektronik, sebagian pembaca masih memilih buku cetak karena dapat disentuh, disimpan, dan dikoleksi. Aktivitas membaca pun tidak harus disertai notifikasi atau perpindahan aplikasi seperti ketika menggunakan perangkat digital.
IDN Research Institute dalam artikel yang diterbitkan pada 18 September 2026 turut membahas kembalinya minat anak muda terhadap kamera saku, buku fisik, piringan hitam, dan pakaian bekas. Laporan tersebut menilai bahwa ketertarikan pada barang lama tidak semata-mata berkaitan dengan nostalgia, tetapi juga dengan manfaat, daya tahan, nilai personal, dan relevansinya dalam kehidupan saat ini.
Meski demikian, tren hobi analog tidak serta-merta menunjukkan bahwa anak muda meninggalkan teknologi modern. Kamera ponsel, layanan streaming, dan buku digital tetap menawarkan kemudahan. Hobi analog justru dapat menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang ingin menikmati pengalaman berbeda di luar penggunaan perangkat digital.
Kembalinya minat terhadap hobi analog memperlihatkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu menghilangkan daya tarik benda-benda lama. Di tengah kehidupan yang semakin terkoneksi, kamera lawas, buku cetak, dan media musik fisik tetap memiliki nilai melalui pengalaman, karakter, serta makna personal yang ditawarkan kepada penggunanya. (*)