search

Advetorial

Jadwal Pemadaman ListrikStok Batu Baradprd samarinda

Pemadaman PLN Makin Sering, DPRD Samarinda Pertanyakan Pasokan Batu Bara

Penulis: Redaksi Presisi
Selasa, 15 September 2026 | 221 views
Pemadaman PLN Makin Sering, DPRD Samarinda Pertanyakan Pasokan Batu Bara
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co — DPRD Samarinda mempertanyakan pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di Kota Tepian. Frekuensi pemadaman disebut meningkat, dari sebelumnya sekitar sekali menjadi dua kali dalam sepekan.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan langsung kepada PLN mengenai kendala yang menyebabkan pemadaman kembali terjadi.

"Saya ingin menanyakan juga secara langsung kepada beliau berkaitan dengan hambatan-hambatan yang ada," kata Deni, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, salah satu persoalan yang selama ini disebut menjadi hambatan adalah ketersediaan bahan bakar untuk pembangkit, khususnya pasokan batu bara.

"Yang selama ini hambatannya adalah ketersediaan stok bahan bakar, dalam hal ini batu bara, untuk pasokan di tiap-tiap PLTU yang ada," ujarnya.

Deni menyebut sejumlah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan batu bara telah diterbitkan. Karena itu, ia mempertanyakan kendala yang masih menyebabkan pasokan batu bara ke pembangkit listrik belum berjalan optimal.

"Artinya seharusnya pasokan untuk PLTU-PLTU, baik yang swasta maupun kepada PLTU pemerintah, harusnya sudah aman," kata legislator Gerindra ini.

Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti kendala yang menyebabkan pemadaman masih berlangsung.

"Nah, tapi kita belum tahu nih ada kendalanya apa dan di mana lagi," ucapnya.

Komisi III DPRD Samarinda berencana mengagendakan pertemuan dengan pihak PLN untuk meminta penjelasan mengenai persoalan tersebut.

Deni menilai kondisi itu perlu segera mendapat kepastian, terlebih pemadaman yang terjadi kini disebut lebih sering dan kembali dilakukan secara bergilir.

"Yang tadinya seminggu sekali sekarang jadi seminggu dua kali nih. Iya kan begitu dan ada bergilir lagi kan. Nah, ini yang kita ingin pastikan," ujarnya.

Ia juga menyoroti posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah penghasil batu bara.

"Apalagi hampir semua produksi batu bara itu ada di Kaltim. Semestinya kita tidak kekurangan terhadap itu tadi," pungkasnya. (*)