search

Advetorial

Parkir Pasar PagiDPRD SamarindaDeni Hakim AnwarSkema Parkir

Parkir Jadi Beban Pedagang Pasar Pagi, DPRD Samarinda Dorong Diskon hingga Skema Member

Penulis: Presisi 1
Jumat, 11 September 2026 | 0 views
Parkir Jadi Beban Pedagang Pasar Pagi, DPRD Samarinda Dorong Diskon hingga Skema Member
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co — Persoalan tarif parkir menjadi salah satu keluhan pedagang di Pasar Pagi Samarinda.

Di Pasar Pagi, kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp2 ribu untuk dua jam pertama. Setelah itu, tarif bertambah Rp1 ribu pada setiap jam berikutnya, dengan batas maksimal Rp10 ribu.

Untuk kendaraan roda empat seperti sedan, jip, dan minibus, tarif awal ditetapkan Rp5 ribu. Tarif kemudian bertambah Rp2 ribu setiap jam hingga batas maksimal Rp25 ribu.

Sedangkan kendaraan berukuran besar seperti truk dan bus dikenakan tarif awal Rp7 ribu. Tarif selanjutnya bertambah Rp3 ribu setiap jam hingga maksimal Rp35 ribu.

Pedagang yang setiap hari menggunakan kendaraan setidaknya harus mengeluarkan biaya parkir Rp300 ribu per bulan. 

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai kondisi ini cukup membebani pedagang. 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian Pemerintah Kota Samarinda, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), agar tersedia skema yang lebih meringankan pedagang.

"Nanti kami kebetulan dengan Dinas Perhubungan, mitra Komisi III, akan coba sampaikan kepada mereka. Artinya, langkah-langkah yang dapat mengurangi beban daripada para pedagang," kata Deni saat ditemui, Senin (11/9/2026).

Ia menyebut salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan ialah penerapan skema keanggotaan atau member.

"Selain member, mungkin ada diskon. Misalnya diberikan kepada pedagang," ujarnya.

Deni menilai skema tersebut perlu dibahas karena jumlah pedagang di Pasar Pagi disebut lebih banyak dibandingkan kapasitas parkir yang tersedia.

Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan yang dapat memberikan relaksasi terhadap biaya parkir pedagang.

"Yang nanti kita minta kebijaksanaan daripada pemerintah untuk bisa merelaksasi pengeluaran ini tadi," kata legislator Gerindra ini.

Ia menambahkan, persoalan tarif parkir perlu diperhatikan karena pedagang saat ini juga menghadapi kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

"Kita minta relaksasi daripada pemerintah, skema apa yang bisa dijalankan di sana supaya tidak membebani pedagang yang saat ini, mohon maaf, dalam kondisi ekonomi yang kurang baik-baik saja," pungkasnya. (*)