search

Berita

Anak Tenggelam SamarindaTewas Tenggelam di DanauEvakuasi Bocah Tenggelam SamarindaBerenang Danau Sambutan

Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Danau Sambutan Samarinda

Penulis: Muhammad Riduan
Selasa, 21 April 2026 | 28 views
Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Danau Sambutan Samarinda
Saat korban dimasukan ke mobil ambulan.(Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co – Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun dilaporkan tenggelam di danau kawasan Jalan Sultan Sulaiman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, pada Senin 20 April 2026 sore. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan pada malam hari.

Korban ditemukan sekitar pukul 22.00 WITA setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan relawan.

Personel Basarnas, Munaji mengatakan bahwa korban ditemukan di dasar danau dengan jarak sekitar 50 meter dari titik awal korban diduga berenang.

“Tim SAR gabungan telah menemukan korban tenggelam usia 9 tahun. Posisinya di dasar danau, dengan jarak sekitar 50 meter dari lokasi awal,” ungkapnya.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka.

Munaji menjelaskan, proses pencarian berlangsung sekitar satu jam. Namun, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama minimnya penerangan serta kondisi dasar danau yang berlumpur.

“Kendala utama penerangan dan banyaknya lumpur di dasar danau,” tambahnya.

Sementara itu, personel BPBD Kota Samarinda, Dede Jumadi mengungkapkan proses pencarian dilakukan dengan cara menyisir area danau secara manual.

Ia mengaku menemukan korban setelah meraba-raba di air, kemudian tak sengaja menginjak bagian tubuh korban meski awalnya tak mengira itu merupakan korban.

“Saya menyisir semua area, memang sulit karena lumpur. Tapi akhirnya bisa dipastikan itu korban,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, mulanya korban datang bersama dengan 5 temannya pada sekitar pukul 15.00 WITA untuk bermain dan berejang di danau tersebut.

Korban diduga berenang ke tengah, menggunankan pelampung potongan gabus yang diletakan di ketiaknya. Dan saat pelampung itu terlepas korban tenggelam.

Peristiwa ini menambah daftar kasus tenggelam di wilayah perairan Samarinda. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di sekitar perairan guna mencegah kejadian serupa terulang.(*)

Editor:Redaksi

Baca Juga