SMA Negeri 3 Samarinda Ditunjuk Sebagai Sekolah Model AI dan Koding
Penulis: Akmal Fadhil
1 jam yang lalu | 0 views
Kepala SMAN 3 Samarinda, Supartinah saat momen bersama Dirjen PAUD Dikdasmen Kepala SMAN 1 Balikpapan. (Istimewa/SMA 3).
Samarinda, Presisi.co — SMAN 3 Samarinda resmi ditetapkan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) oleh Kementerian Pendidikan.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 010 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 12 Maret 2026.
Dengan status ini, SMAN 3 Samarinda masuk dalam daftar 140 SMA negeri di Indonesia yang dipilih untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi dan kecerdasan artifisial.
Di Kalimantan Timur, hanya dua sekolah yang memperoleh penunjukan tersebut, yakni SMAN 3 Samarinda dan SMAN 1 Balikpapan.
Kepala SMAN 3 Samarinda, Supartinah, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh warga sekolah serta dukungan dari berbagai pihak.
Ia menilai penunjukan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
“Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan mutu, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga karakter dan inovasi pembelajaran,” ujarnya, Selasa 24 Maret 2026.
Sementara itu, penanggung jawab program Sekolah Model SMAN 3 Samarinda, Fathur Rachim, menjelaskan bahwa implementasi program akan dilakukan secara bertahap melalui empat fase pengembangan, yakni pra berkembang, berkembang, maju, dan unggul.
Menurutnya, sekolah menargetkan peningkatan signifikan dalam dua tahun ke depan, termasuk memperkuat posisi sebagai rujukan pendidikan berbasis teknologi di tingkat daerah maupun nasional.
Ia menambahkan, pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial tidak akan berdiri sebagai mata pelajaran terpisah, melainkan diintegrasikan dalam berbagai aktivitas belajar.
“Pendekatannya kolaboratif dan kontekstual, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya untuk menyelesaikan persoalan nyata,” jelasnya.
Sebagai sekolah model, SMAN 3 Samarinda juga akan berfungsi sebagai pusat rujukan praktik baik bagi sekolah lain, khususnya dalam penerapan pembelajaran digital.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kesiapan siswa menghadapi transformasi teknologi global.
Pihak sekolah menyebut, persiapan menuju penetapan ini telah dilakukan sejak pertengahan 2025 melalui penyusunan peta jalan pengembangan. (*)