Penulis: Akmal Fadhil
SAMARINDA, Presisi.co - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, melakukan penelusuran menyeluruh terkait meninggalnya seorang anak usia enam bulan saat dirujuk dari Puskesmas Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara, menuju rumah sakit pada Senin 16 Februari 2026 dini hari.
Kasus tersebut mencuat setelah unggahan di media sosial yang diduga ditulis oleh ayah korban.
Dalam unggahan itu disebutkan, anaknya dibawa ke puskesmas sekitar pukul 03.00 dini hari dalam kondisi lemas dan mengalami sesak napas. Setelah mendapat penanganan awal, pasien dirujuk ke RSUD Inche Abdoel Moeis.
Namun, korban meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.
Ia mengatakan langsung turun ke Puskesmas Batuah untuk memastikan kondisi di lapangan dan mengumpulkan informasi awal.
“Saat ini kami masih melakukan investigasi, sehingga belum dapat menyampaikan kesimpulan. Informasi sementara, pasien sebelumnya pernah berkonsultasi ke salah satu rumah sakit dan kemudian dipulangkan. Ada dugaan memiliki riwayat penyakit tertentu,” ujarnya, Kamis 19 Februari 2026.
Menurut Jaya, pihaknya akan menelusuri rekam medis pasien di fasilitas kesehatan yang pernah menangani sebelumnya guna mengetahui riwayat penyakit secara lebih jelas.
Terkait dugaan kendala oksigen, hasil pengecekan sementara menunjukkan tabung oksigen di puskesmas dalam kondisi terisi.
Ia menyebut terdapat tabung ukuran kecil maupun besar yang masih memiliki persediaan.
Selain itu, dinkes juga mengevaluasi kesiapan layanan unit gawat darurat di puskesmas tersebut, termasuk ketersediaan tenaga perawat yang bertugas saat kejadian.
Meski demikian, seluruh aspek penanganan masih dalam proses pendalaman.
Dinkes Kaltim akan memastikan apakah faktor utama penyebab kematian berkaitan dengan kondisi medis pasien, atau terdapat kendala lain dalam proses pelayanan dan rujukan.
Jaya menegaskan, hasil investigasi akan disampaikan secara terbuka setelah proses pemeriksaan rampung.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masyarakat menilai pelayanan kesehatan belum berjalan optimal.
“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya,” katanya.
Dinkes Kaltim menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan jika ditemukan kekurangan dalam sistem pelayanan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)
Editor: Redaksi




