search

Hukum & Kriminal

Video ViralTRC PPAPerlindungan Perempuan dan AnakPolresta Samarinda

Video Diduga Ejek Penyandang Disabilitas Viral di TikTok, Ketua PPDI Samarinda Tempuh Jalur Hukum

Penulis: Muhammad Riduan
2 jam yang lalu | 0 views
Video Diduga Ejek Penyandang Disabilitas Viral di TikTok, Ketua PPDI Samarinda Tempuh Jalur Hukum
Rika Rahim dan Kuasa Hukum, Sudirman. (Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co — Sebuah video yang beredar di media sosial TikTok menuai sorotan publik setelah diduga mengandung unsur penghinaan terhadap penyandang disabilitas.

Dalam video tersebut terlihat seorang perempuan penyandang disabilitas mengendarai sepeda motor roda tiga. Unggahan itu disertai suara latar bernada ejekan yang dinilai merendahkan.

Belakangan diketahui, perempuan dalam video itu adalah Ketua DPC Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Samarinda, Rika Rahim.

Rika mengaku tidak mengenal perekam maupun pemilik akun yang mengunggah video tersebut. Ia juga tidak menyadari dirinya direkam saat kejadian.

“Saya tidak kenal yang mengambil video. Tiba-tiba diunggah di TikTok untuk lucu-lucuan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, ia sempat menegur pemilik akun melalui kolom komentar dan memberi kesempatan untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons.

“Bukan hanya pemilik akun, teman-temannya juga ikut menertawakan. Saya sudah beri kesempatan minta maaf, tapi tidak dihiraukan,” ungkapnya.

Rika menilai unggahan itu sengaja dipertahankan karena viral dan masuk beranda FYP. Meski pemilik akun sempat mengunggah klarifikasi dan permintaan maaf, ia menegaskan proses hukum tetap berjalan.

“Kalau mau klarifikasi, saya maunya di kepolisian. Karena ini sudah masuk jalur hukum,” tegasnya.

Ia berharap permintaan maaf dilakukan secara terbuka dengan melibatkan keluarga terduga pelaku, saksi, serta komunitas disabilitas. Menurutnya, konten tersebut tidak hanya menyakiti dirinya, tetapi juga komunitas penyandang disabilitas secara luas.

“Itu bukan cuma menghina saya, tapi teman-teman disabilitas juga merasa direndahkan,” tambahnya.

Rika menjelaskan, peristiwa itu terjadi di kawasan Teras Samarinda saat dirinya pulang kerja. Ia baru mengetahui video tersebut setelah diberi tahu orang lain.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Sudirman, membenarkan bahwa laporan telah dilayangkan ke Polresta Samarinda dan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Ibu Rika sudah melapor secara mandiri. Saat ini kami dari TRC PPA Kaltim mendampingi proses hukumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dampak psikologis turut dirasakan keluarga korban, termasuk anak-anaknya. Karena itu, pihaknya meminta proses hukum ditegakkan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Sebelumnya sudah diberi ruang klarifikasi, tapi tidak digubris. Maka diputuskan menempuh jalur hukum,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi