search

Berita

Sarung SamarindaAndi HarunAnugerah Kebudayaan PWIPemkot Samarinda

Andi Harun Bawa Sarung Samarinda di Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Penulis: Muhammad Riduan
1 hari yang lalu | 232 views
Andi Harun Bawa Sarung Samarinda di Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026
Ilustrasi pengrajin saat menenun Sarung Samarinda. (Istimewa)

Samarinda, Presisi.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi mengusung Sarung Samarinda dalam ajang Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. Kepala daerah dijadwalkan mempresentasikan proposal tersebut pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta sebagai bagian dari tahapan akhir penilaian.

Kepala Bidang Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Barlin Kesuma menjelaskan bahwa pengusulan Sarung Samarinda merupakan hasil dari proses panjang yang telah dipersiapkan sejak tahun lalu.

“Sejak tahun lalu kita mempersiapkan dan mengusulkan karya budaya asli Samarinda yang ingin kita pertahankan dan teruskan ke masa depan. Dipilihlah Sarung Samarinda karena mewakili identitas dan kebanggaan daerah,” ucapnya diwawancarai di Balai Kota Samarinda, Selasa 6 Januari 2025 malam.

Menurutnya, Sarung Samarinda tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga merepresentasikan keberlangsungan para penenun yang perlu terus dilestarikan melalui regenerasi, khususnya di kalangan generasi muda.

“Regenerasi penting karena anak-anak muda sekarang mungkin kurang antusias meneruskan budaya ini. Padahal, pembangunan kota tidak hanya soal fisik, tetapi juga pembangunan identitas dan manusianya,” jelasnya.

Barlin karibnya menambahkan, partisipasi Samarinda dalam Anugerah Kebudayaan PWI Pusat menjadi langkah strategis untuk meneguhkan eksistensi Sarung Samarinda agar tetap lestari hingga masa depan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai bagian dari pusaka budaya Nusantara.

“Harapannya Sarung Samarinda bisa terus lestari dan menjadi penguat pusaka Nusantara Indonesia, bahkan dikenal hingga tingkat internasional,” tambahnya.

Selain Sarung Samarinda, Barlin mengungkapkan Samarinda memiliki banyak warisan budaya lain. Namun, Sarung Samarinda dipilih karena dinilai paling tua, dengan sejarah yang telah ada sejak abad ke-17.

“Warisan budaya kita yang sudah diakui nasional ada empat, seperti bubur beca, amplang, dan amparan tatak, tapi itu relatif lebih baru. Sarung Samarinda ini yang paling tua,” ungkapnya.

Dalam ajang ini, Wali Kota Samarinda, Andi Harun akan tampil sebagai representasi masyarakat Kota Samarinda, bukan sebagai sosok pribadi.

“Wali kota adalah simbol yang mewakili warga Samarinda sebagai pembuat kebijakan kebudayaan. Yang dinilai bukan figur wali kotanya, tetapi nilai-nilai budaya yang berasal dari Kota Samarinda,” tegasnya.

Saat ini, proses penilaian telah memasuki tahap akhir. Presentasi kepala daerah menjadi penentu terakhir setelah sebelumnya melewati seleksi proposal, video dokumentasi, narasi budaya, hingga kebijakan pendukung.

“Kita sudah masuk tiga besar, tepatnya posisi kedua. Presentasi ini adalah penilaian terakhir. Kita optimis Samarinda bisa memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Dari total sepuluh finalis nasional, hanya satu daerah terbaik yang akan menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. Pemenang akan diumumkan pada 9 Januari 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Banten, yang dijadwalkan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Ini ajang yang cukup bergengsi sebagai bentuk apresiasi terhadap kota-kota di Indonesia yang konsisten menjaga kebudayaan,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi