search

Internasional

Green CityIKNSingapura

Konsep Green City di IKN Curi Perhatian Siswa Sekolah Perancis di Singapura

Penulis: Redaksi Presisi
Jumat, 17 Mei 2024 | 630 views
Konsep Green City di IKN Curi Perhatian Siswa Sekolah Perancis di Singapura
Foto: Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri mengabadikan momen bersama dua siswa France International School Singapore. (Ist)

Singapura, Presisi.co - Siswa dari France International School Singapore menaruh perhatian besar terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini terungkap dalam Forum Perancis-Singapura, yang diselenggarakan Muséum national d’Histoire naturelle Singapore pada Rabu (15/05/2024).

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, menjadi pembicara, bersama empat orang narasumber lainnya.

Pada sesi _round table_ ketiga dengan topik "Nature in the city: Innovation and Nature-based solutions", muncul berbagai pertanyaan kritis tanpa prasangka dari para siswa disampaikan kepada Deputi Myrna pada forum tersebut. Seperti “Mengapa harus pindah, ada apa dengan Jakarta, apakah tidak merusak lingkungan, apa insentif bagi warga yang akan pindah?”

“Indonesia merupakan negara yang luas, tujuan dipindahkannya ibu kota dari Jakarta ke IKN yakni untuk mewujudkan indonesiasentris, yang mana letak IKN adalah ditengah-tengah Indonesia. IKN dicita-citakan sebagai kota yang mengedepankan pelestarian lingkungan, kota yang bersih, berketahanan iklim, berkelanjutan, dan layak huni, seiring dengan berjalannya reforestasi 65 persen luasan kawasan IKN sebagai kawasan lindung, sehingga minim akan kerusakan lingkungan dan alam sekitar,” kata Myrna.

Diskusi berjalan dengan seru. Deputi Myrna menjawab satu per satu pertanyaan dari seluruh audiens, tak terkecuali pertanyaan dari para siswa.

"Very interesting!" ujar salah satu siswa dari France International School Singapura memberikan kesannya.

Myrna mengharapkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu besar terkait pengetahuan dan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati di daerah perkotaan, khususnya para generasi muda yang akan memimpin pada masa depan.

“Membanggakan melihat anak-anak sebagai pemilik masa depan planet ini sudah terlibat dalam diskursus ini,” pungkas Deputi Myrna. (*)