search

Internasional

UkrainaUkraina serangan Moskowserangan di Moskowteror di Moskowpenembakan massal MoskowUkraina vs Rusia

Soal Aksi Serangan Teror di Moskow yang Tewaskan 133 Orang, Ukraina Bilang Begini

Penulis: Rafika
Minggu, 24 Maret 2024 | 704 views
Soal Aksi Serangan Teror di Moskow yang Tewaskan 133 Orang, Ukraina Bilang Begini
Bendera Ukraina. (Pexels/Mathias Reding)

Presisi.co - Ukraina dengan tegas membantah tuduhan terlibat dalam aksi serangan teror di Moskow. Penembakan brutal yang menewaskan setidaknya 133 orang itu terjadi di sebuah gedung konser di pinggiran kota, Moskow, Rusia, pada Jumat (22/3/2024).

Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Jumat (22/3), yang merupakan serangan paling fatal di Rusia dalam 20 tahun terakhir. Namun, ada petunjuk bahwa Rusia sedang menyelidiki hubungan insiden tersebut dengan Ukraina, meskipun penasihat presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, menegaskan bahwa Kyiv tidak terlibat.

Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengumumkan penangkapan "empat teroris" dilakukan saat mereka dalam perjalanan ke perbatasan Ukraina, dan menyebut mereka memiliki kontak di Ukraina. FSB juga mengonfirmasi bahwa mereka saat sedang dipindahkan ke Moskow.

“Sekarang kita tahu di negara mana para penjahat berdarah ini berencana bersembunyi dari pengejaran – Ukraina,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova melalui Telegram.

IS-Khorasan, afiliasi kelompok ISIS di Afghanistan, merupakan kelompok yang bertanggung jawab atas serangan di Moskow, menurut informasi dari pejabat intelijen Amerika Serikat (AS).

Kyiv menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin dan politisi Rusia lainnya secara tidak benar mengaitkan Ukraina dengan serangan tersebut untuk memperkuat semangat perang Rusia di Ukraina, yang kini memasuki tahun ketiga. Putin sendiri tak ada menyebut ISIS dalam pidatonya.

"ISIS bertanggung jawab penuh atas serangan ini. Tidak ada keterlibatan Ukraina sama sekali," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Adrienne Watson dalam sebuah pernyataan.

AS berbagi informasi dengan Rusia pada awal Maret tentang rencana serangan teroris di Moskow, terkait dengan ancaman ISIS-Khorasan, dan mengeluarkan peringatan publik kepada warga Amerika di Rusia, kata Watson. (*)

Sumber: VOA Indonesia

Editor: Rafika