search

Berita

Arema FC BubarTragedi KanjuruhanDemo AremaniaBRI Liga 1Tatang Dwi ArifiantoSingo edan

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Pertimbangkan Bubar

Penulis: Redaksi Presisi
Senin, 30 Januari 2023 | 838 views
Buntut Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Pertimbangkan Bubar
Demo Aremania berujung ricuh. (Istimewa)

Presisi.co - Tragedi Kanjuruhan yang saat ini masih menyisakan duka memang tak begitu saja lepas dari sejarah kelam dunia sepak bola Indonesia. Terlebih bagi Arema FC yang kini menjadi sasaran empuk warganet di media sosial. Sebanyak 135 korban jiwa hilang akibat insiden yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu, Arema FC yang dicintai oleh para pendukungnya kini dihadapkan dengan kondisi yang rumit.

Dilansir dari Suara.com - jaringan Presisi.co, Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT. AABI), Tatang Dwi Arifianto menuturkan bahwa pihak manajemen tengah mempertimbangkan pembubaran setelah terus jadi sasaran kebencian pasca Tragedi Kanjuruhan.

Kantor Arema FC mengalami kerusakan setelah pecahnya demonstrasi yang digagas Aremania. Ricuh dan bentrok antar sesama pendukung terjadi di mana beberapa orang dikabarkan luka-luka.

“Tentu kami merespon atas insiden ini. Direksi dan manajemen berkumpul, membicarakan langkah berikutnya seperti apa. Jika sebelumnya kita memikirkan banyak masyarakat Malang yang hidup dari sepakbola utamanya Arema FC, seperti UMKM, pedagang kaki lima, sampai usaha kecil lainnya," kata Tatang dalam rilisnya dikutip Senin (30/1/2023).

"Tapi jika dirasa Arema FC ini dianggap mengganggu kondusivitas, tentu ada pertimbangan tersendiri terkait eksistensinya atau seperti apa, tapi kami tetap menyerahkan kepada banyak pihak,” tambahnya.

Rencana Arema FC membubarkan diri pun disambut baik oleh warganet salah satunya di media sosial Twitter. Mereka ramai-ramai mengutarakan pendapatnya di postingan akun yang rajin mengabarkan berita seputar Arema, @OngisnadeNet, Senin (30/1/2023).

"Tidak apa-apa [bubar]. Nanti fokus ke Arema FC 1987 yang asli saja. Mungkin ini momentum menyudahi dualisme," tulis akun @*****ecap69.

"Tanpa klub bola, Malang tetap ArekMalang. Menurutku klub sudah mati bersama 135 saudaraku yang gugur beberapa bulan lalu," tulis @*****yu87.

"Tidak usah dipertimbangkan. Langsung bubar saja," tulis @*****ditaris.

"Kenapa tidak dari awal sebelum kompetisi dilanjutkan lagi," tanya @*****bnf.

Sebelum perusakan terjadi di kantor mereka, Arema FC sudah lebih dulu mendapatkan penolakan saat ingin memainkan laga kandang dalam lanjutan BRI Liga 1 2022-2023. (*)

Editor: Yusuf