search

Daerah

SKK Migas KalsulAzhari IdrisTarget Produksi SKK Migas Kalsul1 Juta Barel per Hari pada 2030

SKK Migas Kalsul Kejar Target Produksi 1 Juta Barel Per Hari pada 2030

Penulis: Nur Rizna Feramerina
1 hari yang lalu
SKK Migas Kalsul Kejar Target Produksi 1 Juta Barel Per Hari pada 2030
Tangkapan layar Kepala Program SKK Migas Kalsul, Azhari Idris. (dokumentasi)

Balikpapan, Presisi.co - SKK Migas wilayah kerja Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) mengadakan kegiatan sapa wartawan pada Selasa, 4 Mei 2021. Dalam acara tersebut, disampaikan pencapaian kinerja Hulu Migas Kalsul dalam kuartal I 2021.

Kepala Program SKK Migas Kalsul, Azhari Idris membeberkan, saat ini SKK Migas tengah gencar mengejar target yang ditentukan pemerintah. Yakni pada 2030 Indonesia dapat memproduksi 1 juta barel minyak per hari.

Ia menjelaskan, setiap hari Indonesia mengkonsumsi sekitar 1,5 juta barel per hari. "Sementara produksi kita sekitar 700 ribu barel per hari," ungkapnya.

Lebih lanjut, hampir 500 ribu barel per hari telah diimpor. Ini membuat negara harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan energi fosil di Indonesia.

"Untuk itu pemerintah ingin mengurangi subsidi dan impor. Sehingga uang yang dipakai untuk mengimpor bisa dipakai untuk pembangunan nasional dan sebagainya," pungkasnya. (*)

Editor: Rizki

==

Pencapaian SKK Migas Kalsul:

1. Reserve Replacement Ratio sudah mencapai 56,3 MMBOE atau 9 persen dari target nasional sebanyak 625 MMBOE.

2. Lifting Migas, untuk minyak bumi sudah mencapai 676,2 ribu BOPD dari target 705 ribu BOPD, kontribusi WK Kalsul mencapai 11 persen dari target nasional. Sedangkan untuk gas bumi telah mencapai 5.539 MMSCFD dari target 5.638 MMSCFD, kontribusi WK Kalsul mencapai 28 persen dari target nasional.

3. Pengendalian Cost Recovery sudah mencapai USD 1,73 billion atau sebesar 21,4 persen dari target USD 8,07 billion.

4. Penerimaan negara sudah mencapai USD 3,29 billion atau sebanyak 45,2 persen dari target USD 7,28 billion.

5. Investasi Hulu Migas sudah mencapai USD 2,40 billion atau sebesar 19,4 persen dari target USD 12,38 billion.

Baca Juga