search

Advetorial

Adaptation FundPerubahan Iklim DuniaRuang Terbuka HijauBappeda SamarindaDiskominfo Samarinda

Atasi Perubahan Iklim, Adaptation Fund Bangun Ruang Terbuka Hijau di Pasar Segiri Samarinda

Penulis: Jeri Rahmadani
Senin, 15 Maret 2021 | 1.232 views
Atasi Perubahan Iklim, Adaptation Fund Bangun Ruang Terbuka Hijau di Pasar Segiri Samarinda
Kepala Bappeda Samarinda Ananta Fathurrozi. (istimewa)

Samarinda, Presisi.co – Kota Tepian terpilih sebagai daerah yang ruang terbuka hijaunya (RTH) akan dikelola untuk adaptasi perubahan iklim. Seleksi itu dilakukan Adaptation Fund yang dijembatani mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, beberapa waktu lalu.

"Samarinda dianggap memenuhi syarat bersama sepuluh daerah lainnya," ujar Kepala Bappeda Samarinda Ananta Fathurozzi, Senin 15 Maret 2021.

Ia menyebut, seleksi Adaptation Fund dilakukan dengan cara mengambil data melalui internet. Kemudian didaftarkan sebagai daerah yang perlu melakukan adaptasi perubahan iklim.

Disebutnya, sekitar USD 10 juta dikucurkan untuk mengatasi perubahan iklim di Indonesia, termasuk Samarinda. Namun, dukungan dana tersebut hanya dapat diaktualisasikan melalui bentuk program.

"Pemkot hanya menyediakan lahan. Sedangkan desain hingga pelaksanaan itu dari mereka," imbuhnya.

Dukungan pembangunan terhadap adaptasi perubahan iklim di Samarinda akan berupa pembangunan RTH. Lokasinya di eks Pasar Segiri yang sebelumnya telah direlokasi karena normalisasi SKM.

"Pembangunan ditargetkan rampung dalam enam bulan. Tentu saja ini sangat membantu kerja pemkot," jelas Ananta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani mengatakan, pengajuan proposal Adaptation Fund sebelumnya telah berjalan sejak tahun lalu.

Menurutnya, Samarinda masuk daerah yang perlu melakukan adaptasi perubahan iklim karena munculnya isu ketimpangan gender saat terjadi relokasi segmen Pasar Segiri pada 2019 lalu.

"Ada ibu-ibu yang disebut direlokasi paksa. Padahal tidak," sebutnya.

Diketahui, Adaptation Fund merupakan instrumen finansial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Digunakan untuk membiayai proyek dan program di negara berkembang. Supaya dapat beradaptasi terhadap efek berbahaya perubahan iklim. Di antaranya berfokus pada gender, lingkungan, serta sarana dan prasarana.

Pada awal November 2013, Adaptation Fund Board (AFB) mengalokasikan sekitar USD 200 juta untuk mendukung adaptasi iklim di 29 negara. Kemudian pada Oktober 2015, Adaptation Fund memberikan komitmen sebesar USD 331 juta pada 54 negara. (*)

Editor: Rizki

 

Live Draw Taiwan Live Draw Cambodia Live Draw China Live Draw Japan Live Draw Taiwan Hari Ini Hasil Live Draw Japan Terbaru Live Draw China Update Tercepat Data Live Draw Cambodia Lengkap Live Draw Togel Kamboja pantau live draw Japan hari ini cek live draw China terbaru cek hasil live draw Cambodia terbaru pantau live draw Taiwan hari ini togel taiwan live draw togel kamboja togel japan togel taiwan Live Draw Togel China kudbanjarnegara kudbatang kudblora kudboyolali kudcilacap kuddemak kudjepara kudkabbanjarnegara kudkabbanyumas kudkabbatang kudkabboyolali kudkabdemak kudkabgrobogan kudkabjepara kudkabkaranganyar kudkabkebumen kudkabkendal kudkabklaten kudkabmagelang kudkabpati kudkabpekalongan kudkabpemalang kudkabpurbalingga kudkabpurworejo kudkabrembang kudkabsemarang kudkabsragen kudkabtegal kudkabtemanggung kudkabwonogiri kudkabwonosobo kudkaranganyar kudkebumen kudkendal kudklaten kudkotamagelang kudkotapekalongan kudkotasalatiga kudkotasurakarta kudkotategal kudmungkid kudpati kudpemalang kudpurbalingga kudpurwodadi kudpurwokerto kudpurworejo kudrembang kudslawi kudsragen kudsukoharjo kudsumbermakmur kudtemanggung kudungaran kudwonogiri