search

Politik

Wakil Ketua Komisi X DPR RIHetifah SjaifudianEkonomi Kreatif Kaltim

Dorong Peningkatan Ekonomi Kreatif, Hetifah: Kaltim Harus Bersiap

Penulis: Jeri Rahmadani
Sabtu, 30 Januari 2021
Dorong Peningkatan Ekonomi Kreatif, Hetifah: Kaltim Harus Bersiap
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat menjadi pembicara di Junior Chamber International.

Samarinda, Presisi.co – Menyongsong ibu kota negara di Kalimantan Timur (Kaltim). Junior Chamber International (JCI), menggelar talkshow membahas potensi industri kreatif dan pariwisata Kaltim, di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Sabtu (30/01/2021).

Talkshow tersebut menghadirkan Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Hetifah Sjaifudian, Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk Cahyono, Direktur Kelembagaan PT. PNM (Persero) Noer Fajrieansyah, dan Presiden JCI Kaltim Murtaza Azizah Khalisa, sebagai pemateri sekaligus pemantik dalam diskusi tersebut.

Selama acara, banyak pemaparan dari pemateri yang mengulas situasi industri kreatif, khususnya di Kaltim perihal potensi dan kendala yang ada, serta keterkaitannya dengan era digital.

Disebutkan Hetifah, bahwa cara meningkatkan taraf ekonomi di Kaltim bukan lagi dengan mengeksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, seperti batu bara, minyak, dan lainnya. Namun juga memperhatikan sektor pariwisata. Menurutnya JCI perlu mengambil peran dalam pengembangan industri kreatif dan pariwisata.

“Bukan Cuma jual beli SDA, tapi kita perhatikan sektor pariwisata. Intinya Pemerintah akan berusaha keras untuk menghadapi akibat dampak pandemi ini, dengan meraih peluang-peluang usaha baru. Nah salah satunya ekonomi kreatif itu, yang basisnya adalah pengetahuan, budaya, intelektualitas, dan tekonologi,” ujar Hetifah. 

Ditambahkannya, bahwa faktor pandemi membuat anggaran industri kreatif dan pariwisata mengalami penurunan, khususnya untuk daerah Kaltim.

“Jadi sumbangan untuk tahun ini, ada beberapa triliun. Sekitar 21 triliun, kalau tidak salah. Dan di pariwisatanya sekitar itu juga sumbangannya pada pendapatan negara,” tambah Hetifah.

Dilansir melalui CNN Indonesia, bahwa Presiden Joko Widodo mengalokasikan anggaran untuk pembangunan pariwisata sekitar Rp 14,4 triliun dalam Rancangan Anggaran dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

Selain itu, Hetifah juga menjelaskan tantangan program Pemerintah yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif dan pariwisata, khususnya di Kaltim. Bahwa karena banyaknya anggaran Pemerintah yang difokuskan untuk pemulihan covid-19, membuat program tersebut tersendat.

“Pertama covidnya itu harus ditangani. Sebab itu, anggaran banyak diarahkan ke Covid. Tadi kita ada sosialisasikan new normal. Termasuk pariwisata industri kreatif harus menerapkan juga. Supaya tadi kita cepet pulih, kalau sudah pulih, bahkan sekarang sebelum pulih juga harus bersiap agar pengunjung tidak ke negara lain, tapi ke Kaltim,” terang politisi Golkar itu usai talkshow.

Senada dengan Hetifah, Tutuk dari BI juga mengatakan bahwa Kaltim sudah tidak lagi bisa berharap pada penjualan SDA, sebagai upaya pendapatan negara. Lebih-lebih, hanyalah keterbatasan berpikir, ide, dan gagasan yang minim aksi. Disinilah peran kepemudaan (JCI) yang juga turut perlu terlibat dalam pembangunan pariwisata.

“Sekarang jaman IT. Jaman big data, itu adalah ide. Otaknya manusia enggak bisa dibikin, kalau yang lainnya bisa dibikin. Harus kreatif, inovatif, adaptif,” pesan Tutuk.

Editor : Oktavianus