search

Advetorial

Akbar HakaDPRD KukarPDI PerjuanganArbizz Space

Akbar Haka Ingin Arbizz Space Jadi Pusat Komunitas

Penulis: Umar Daud Muhammad
1 jam yang lalu | 0 views
Akbar Haka Ingin Arbizz Space Jadi Pusat Komunitas
Suasana Arbizz Space yang tampak ramai saat malam hari. (Presisi.co/Daud)

Tenggarong, Presisi.co - Aktivitas komunitas dinilai dapat menjadi salah satu penopang keberlangsungan Arbizz Space di kawasan Bundaran Tuah Himba, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Kehadiran kegiatan yang berlangsung secara konsisten diharapkan mampu menjaga kawasan tersebut tetap ramai, bahkan di luar agenda acara besar.

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akbar Haka, menilai Arbizz Space perlu diarahkan menjadi ruang publik yang mewadahi interaksi masyarakat. Menurutnya, kawasan yang mengusung konsep pujasera itu berpotensi memiliki fungsi lebih luas apabila turut menjadi tempat berkumpul dan berkegiatan bagi berbagai komunitas.

Akbar menjelaskan, keberadaan komunitas tidak semestinya hanya terlihat ketika ada kegiatan khusus. Pertemuan rutin, diskusi bersama hingga aktivitas kreatif bisa menjadi bagian dari keseharian kawasan tersebut.

“Komunitas-komunitas itu harus berkegiatan. Ada tidak ada event, mereka berkumpul dan membuat sebuah pertemuan, mungkin jadi ruang diskusi atau komunitas visual yang bisa bergambar bersama di situ,” ungkap Akbar, Selasa 27 Oktober 2026.

Ia menyebut, pola tersebut sejalan dengan konsep community hub, yakni ruang yang memungkinkan masyarakat saling berinteraksi sekaligus menjalankan aktivitas bersama. Dengan pendekatan itu, Arbizz Space yang merupakan singkatan dari Aulia Rendi Bisnis tidak hanya dikenal sebagai tempat berburu kuliner, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk membangun jejaring dan mengembangkan kegiatan komunitas.

“Memang rumus dasar dari pujasera seperti yang ada di Arbizz Space, di mana-mana ketika kita melihat dan belajar dari kota-kota lain, dia memang harus jadi pusat ruang publik, jadi community hub,” ujarnya.

Menurut Akbar, upaya menghidupkan kawasan tidak selalu membutuhkan penyelenggaraan acara dengan skala besar. Kegiatan sederhana yang dilakukan secara berkala justru dapat membantu membangun keterikatan pengunjung dengan tempat tersebut.

“Jadi membuat hal-hal kecil, tapi terus membuat engagement atau acara di situ,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menilai pengelola perlu menjaga strategi promosi agar keberadaan Arbizz Space tetap mendapat perhatian masyarakat. Pemanfaatan media sosial secara konsisten menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kegiatan sekaligus mempertahankan minat pengunjung.

Akbar mengingatkan, popularitas sebuah tempat baru tidak selalu bertahan apabila hanya mengandalkan rasa penasaran masyarakat. Ketika tidak ada aktivitas yang menarik untuk diikuti dan promosi mulai berkurang, jumlah kunjungan berpotensi ikut menurun.

“Jangan sampai ketika kunjungan masyarakat sudah habis, rasa penasarannya akhirnya berhenti dan akhirnya tempatnya menjadi mati. Itu yang menjadi PR bagi pengelola,” tandasnya.

Karena itu, keberlanjutan Arbizz Space dinilai perlu dibangun melalui kombinasi aktivitas komunitas dan promosi yang terjaga. Konsistensi kegiatan diharapkan dapat membuat kawasan tersebut terus memiliki alasan untuk dikunjungi, bukan hanya saat ramai diperbincangkan atau ketika agenda tertentu berlangsung. (Adv)