Wabup Paser Wanti-Wanti Pengembangan Hutan Tanaman Energi, Jangan Sampai Rugikan Warga
Penulis: Rofi
1 jam yang lalu | 45 views
Pesan itu disampaikan Ikhwan saat menerima kunjungan Perkumpulan Komunitas Keuangan Kehutanan Indonesia atau Indonesia Working Group on Forest Finance (IWGFF) untuk sosialisasi pengembangan HTE di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).
PASER, Presisi.co – Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari memberi perhatian serius terhadap rencana pengembangan program Hutan Tanaman Energi (HTE) di wilayahnya. Ia mengingatkan, program tersebut harus dipersiapkan secara matang agar tidak berbenturan dengan kepentingan masyarakat maupun mengorbankan kelestarian lingkungan.
Pesan itu disampaikan Ikhwan saat menerima kunjungan Perkumpulan Komunitas Keuangan Kehutanan Indonesia atau Indonesia Working Group on Forest Finance (IWGFF) untuk sosialisasi pengembangan HTE di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).
Ikhwan menegaskan, rencana pengembangan HTE tidak boleh sekadar berorientasi pada investasi dan pemanfaatan lahan. Pemerintah daerah perlu memastikan seluruh proses berjalan transparan, memiliki dasar perencanaan yang jelas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap pemanfaatan lahan untuk program ini dapat direncanakan dengan baik dan tidak menimbulkan tumpang tindih dengan pemanfaatan lahan yang sudah ada,” ujarnya.
Menurut Ikhwan, persoalan lahan menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Apalagi, Kabupaten Paser memiliki wilayah sekitar 11.694 kilometer persegi yang mencakup 10 kecamatan dan 139 desa.
Sebagian besar masyarakat Paser juga menggantungkan kehidupan ekonominya pada sektor perkebunan, termasuk kelapa sawit. Karena itu, pengembangan HTE harus memperhitungkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang selama ini telah memanfaatkan lahan untuk mencari nafkah.
Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan sumber pendanaan, transparansi investasi, mekanisme pelaksanaan, serta sistem pengawasan program.
Bagi Ikhwan, pemerintah daerah perlu mengetahui secara terperinci apa yang akan dikerjakan, bagaimana program dijalankan, dan apa manfaat yang bakal diterima daerah maupun masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi dan pengumpulan data lapangan. Harus ada tindak lanjut yang jelas agar rencana pengembangan HTE benar-benar menghasilkan manfaat, bukan justru memunculkan persoalan baru di kemudian hari.
IWGFF Bidik Tiga Wilayah
Sementara itu, Koordinator Program IWGFF Richard Sahetapy menjelaskan, program tersebut diarahkan untuk mendorong kebijakan ekonomi dan keuangan yang mendukung kelestarian hutan.
Selain itu, program ini bertujuan membangun industri kehutanan yang sehat dan efisien sekaligus melindungi hak-hak masyarakat.
Richard menyebutkan, terdapat tiga wilayah yang menjadi contoh pelaksanaan program, yakni Kabupaten Sanggau, Gorontalo, dan Kabupaten Paser.
Di Paser, tahapan awal dilakukan melalui sosialisasi kepada pemerintah daerah serta pengumpulan data lapangan. Data tersebut akan menjadi bahan analisis untuk mengkaji pengembangan HTE.
Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda Litbang, Bakesbangpol, Bagian Sumber Daya Alam Setda Paser, serta KPHP Kendilo Provinsi Kalimantan Timur.