search

Daerah

SIPEKA IKANDinas Perikanan Kota Samarinda Budidaya Ikan BerkelanjutanAchmad Fauzi IrawanKelompok Pembudidaya IkanUnit Pembenihan Rakyat

SIPEKA IKAN, Inovasi Dinas Perikanan Samarinda Deteksi Dini Kualitas Air Budidaya

Penulis: Redaksi Presisi
1 jam yang lalu | 0 views
SIPEKA IKAN, Inovasi Dinas Perikanan Samarinda Deteksi Dini Kualitas Air Budidaya
Dinas Perikanan Kota Samarinda memperkenalkan Sistem Pengendalian Kualitas Air Berbasis Data atau SIPEKA IKAN. (Presisi.co)

SAMARINDA, Presisi.co - Dinas Perikanan Kota Samarinda memperkenalkan Sistem Pengendalian Kualitas Air Berbasis Data atau SIPEKA IKAN sebagai upaya mendorong pembudidaya ikan melakukan pemantauan kualitas air secara lebih dini.

Inovasi yang mengusung tagline “SIPEKA IKAN, Solusi Cerdas Budidaya Ikan Berkelanjutan” tersebut diperkenalkan dalam sosialisasi yang digelar di Cafe Bagios Samarinda, Rabu (23/9/2026).

Kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda, Achmad Fauzi Irawan, mengatakan selama ini penurunan kualitas air yang berdampak terhadap produksi budidaya kerap baru diketahui setelah ikan mengalami kematian.

Menurutnya, setelah terjadi kematian ikan, barulah dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan kemungkinan adanya penyakit.

“Selama ini penurunan kualitas air yang berdampak terhadap produksi biasanya baru terdeteksi ketika ikan sudah mengalami kematian. Setelah diperiksa, baru kemudian terkonfirmasi adanya penyakit yang muncul,” ujar Fauzi.

Melalui SIPEKA IKAN, kondisi tersebut diharapkan dapat diantisipasi dengan melakukan pengukuran dan pemantauan kualitas air secara berkala.

Dengan pemantauan lebih awal, perubahan kualitas air dapat diketahui sebelum memberikan dampak lebih besar terhadap ikan. Penanganan pun diharapkan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kota Samarinda sekaligus pembicara dalam kegiatan tersebut, Henny Apriyanti, menjelaskan SIPEKA IKAN merupakan hasil dari aksi perubahan yang digagasnya dalam rangkaian Diklat Kepemimpinan.

Inovasi tersebut, kata Henny, diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kepada pembudidaya ikan, termasuk Unit Pembenihan Rakyat (UPR) dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan).

Henny mengatakan, terdapat sejumlah persoalan yang diidentifikasi di lapangan dan berpengaruh terhadap peningkatan produksi budidaya ikan, di antaranya pakan, benih, serta kualitas air.

“Permasalahan ketiga yakni kualitas air yang saya ambil sebagai aksi perubahan saya ini,” jelasnya.

Menurut Henny, SIPEKA IKAN tidak hanya ditujukan untuk menyediakan informasi mengenai kondisi air, tetapi juga mendorong perubahan pola pelayanan dari sebelumnya bersifat reaktif menjadi lebih proaktif dan preventif.

“Tujuan kami ingin memberikan transformasi pelayanan kepada masyarakat, terutama kepada pembudidaya ikan. Kedua adalah transformasi yang sebelumnya bersifat reaktif seperti ketika ada kasus kematian ikan baru kita bisa bertindak, beralih menjadi budidaya ikan yang proaktif atau preventif,” katanya.

Dalam penerapannya, SIPEKA IKAN menggunakan platform berbasis website. Data hasil pengukuran kualitas air nantinya dapat dimasukkan langsung oleh pembudidaya melalui website resmi Dinas Perikanan Kota Samarinda.

Data tersebut dalam jangka panjang diharapkan dapat membantu pemerintah memetakan kondisi kualitas air pada kawasan budidaya ikan di Kota Samarinda.

“Misalkan kualitas air di kelurahan ini kualitas airnya dapat kita ukur dan nanti mengarah pada kebijakan apa yang akan diambil dari Dinas Perikanan Kota Samarinda, terutama dalam pemberian bantuan dan lain-lain,” ujar Henny.

Untuk mendukung penerapannya, Dinas Perikanan memberikan pembekalan kepada pembudidaya mengenai penggunaan hingga pemeliharaan alat ukur kualitas air. Pembudidaya juga mendapatkan bantuan alat ukur air dengan spesifikasi SNI.

Tahap berikutnya, Dinas Perikanan akan turun langsung ke lapangan untuk menguji data-data kualitas air yang kemudian diinput ke dalam aplikasi website SIPEKA IKAN.

Henny menyebut, inovasi tersebut diharapkan menjadi terobosan baru dalam pelayanan sektor perikanan budidaya di Kota Samarinda.

“Insyaallah ini ada terobosan terbaru di Kota Samarinda,” katanya.

Dari sisi pembudidaya, kehadiran sistem tersebut dinilai memberikan tambahan pengetahuan sekaligus sarana untuk mengetahui kondisi air yang menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya ikan.

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Lestari Daya, Pulau Atas, Mursalin, mengatakan kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan mengenai budidaya ikan, termasuk penggunaan alat untuk mengukur kualitas dan temperatur air.

Ia menilai pendataan kualitas air melalui SIPEKA IKAN penting bagi pembudidaya, terutama ketika kondisi lingkungan mengalami perubahan.

“Ini termasuk penting, apalagi di masa sulit seperti di musim kemarau ini. Air ini menjadi hal penting bagi pembudidaya ikan seperti saya,” ungkap Mursalin.

Ia juga menilai respon dinas perikanan terhadap keluhan pembudidaya di lapangan sejauh ini cukup baik.

“Untuk saat ini lumayan agresif untuk merespons keluhan-keluhan di lapangan,” katanya.

Saat ini, Dinas Perikanan Kota Samarinda mencatat terdapat 75 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan 30 Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang menjadi bagian dari ekosistem pembinaan perikanan budidaya.

Melalui SIPEKA IKAN, Dinas Perikanan juga akan memberikan pendampingan kepada pembudidaya di lapangan. Data kualitas air yang terkumpul diharapkan tidak hanya menjadi informasi bagi pembudidaya, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah dan kebijakan pengembangan perikanan budidaya di Kota Samarinda.

Dengan pendekatan berbasis data tersebut, SIPEKA IKAN diarahkan untuk membantu pembudidaya mengenali perubahan kualitas air lebih awal, sehingga potensi gangguan terhadap ikan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. (*)

Baca Juga