search

Advetorial

dprd samarindaAset PemerintahOptimalisasi PAD

DPRD Samarinda Ingin Varia Niaga Maksimalkan Aset Pemkot yang Masih Menganggur

Penulis: Presisi 1
Rabu, 15 Juli 2026 | 377 views
DPRD Samarinda Ingin Varia Niaga Maksimalkan Aset Pemkot yang Masih Menganggur
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Akmal/Presisi.co)

SAMARINDA, Presisi.co – Komisi II DPRD Samarinda menyoroti masih banyaknya aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang belum dimanfaatkan secara optimal. Aset-aset tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan yang lebih produktif oleh Perumda Varia Niaga.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan capaian pendapatan yang diraih Varia Niaga dalam beberapa tahun terakhir patut diapresiasi. Namun, menurutnya, perusahaan daerah itu masih memiliki ruang yang luas untuk meningkatkan kontribusi terhadap PAD melalui optimalisasi aset daerah.

"Peningkatan ini tentu patut diapresiasi karena menunjukkan adanya perkembangan yang positif. Namun kami melihat masih banyak potensi yang bisa digarap, terutama dari aset-aset pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Iswandi menjelaskan, kontribusi Varia Niaga terhadap PAD terus mengalami peningkatan. Pada 2024 perusahaan menyumbang sekitar Rp400 juta, meningkat menjadi Rp500 juta pada 2025, dan pada 2026 telah mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Menurutnya, pengembangan usaha berbasis aset daerah dapat menjadi solusi untuk meningkatkan PAD tanpa harus menambah beban masyarakat melalui kenaikan tarif maupun pungutan baru.

Karena itu, Komisi II DPRD Samarinda berencana memfasilitasi pertemuan antara Perumda Varia Niaga dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pertemuan tersebut bertujuan menyusun strategi pemanfaatan aset yang tetap sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.

"Kami ingin seluruh aset yang masih idle dapat diinventarisasi bersama, kemudian dicari peluang usaha yang memungkinkan untuk dikembangkan tanpa melanggar aturan," katanya.

Ia menambahkan, sebagai badan usaha milik daerah (BUMD), Varia Niaga tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki peran mendukung pelayanan publik dan kebijakan pemerintah daerah, termasuk dalam pengendalian inflasi.

Saat ini, Varia Niaga mengelola sejumlah unit usaha, seperti layanan ASIS, pengelolaan parkir, kos syariah, peternakan ayam petelur, hingga sektor jasa yang berkaitan dengan aktivitas di Sungai Mahakam yang masih menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar perusahaan.

Komisi II berharap optimalisasi aset daerah dapat menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat kontribusi Varia Niaga terhadap PAD sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal Kota Samarinda.

"Tujuan akhirnya adalah bagaimana PAD terus bertumbuh dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, optimalisasi aset daerah harus menjadi fokus pengembangan usaha ke depan," tegas Iswandi. (adv)