search

Berita

Ciri Serangan JantungRSJPD Harapan KitaRisiko serangan jantungKebiasaan merokok Rekam Jantungdr. Vienna Rossimarina

Ciri-ciri Serangan Jantung, Kenali Sebelum Terlambat

Penulis: Siaran Pers
Selasa, 23 Juni 2026 | 0 views
Ciri-ciri Serangan Jantung, Kenali Sebelum Terlambat
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Istimewa)

Presisi.co - Serangan jantung merupakan kondisi darurat yang terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat, sehingga sebagian jaringan jantung tidak mendapatkan oksigen. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen bahkan mengancam nyawa.

Sayangnya, banyak orang mengira serangan jantung selalu ditandai dengan nyeri dada yang sangat hebat. Padahal, gejalanya bisa berbeda pada setiap orang, bahkan terkadang muncul secara ringan dan sering diabaikan.

Ciri-Ciri Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

1. Nyeri atau Rasa Tertekan di Dada

Gejala paling umum berupa rasa nyeri, tertekan, sesak, atau seperti tertimpa beban berat di bagian tengah dada. Keluhan dapat berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang-timbul.

2. Nyeri Menjalar

Rasa tidak nyaman dapat menjalar ke:

  • Lengan kiri atau kanan 
  • Bahu 
  • Leher 
  • Rahang 
  • Punggung 
  • Ulu hati 

3. Sesak Napas

Sesak napas dapat muncul bersamaan dengan nyeri dada maupun tanpa nyeri dada, terutama saat beraktivitas ringan atau bahkan ketika sedang beristirahat.

4. Keringat Dingin

Tubuh berkeringat dingin secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas merupakan salah satu tanda yang tidak boleh diabaikan.

5. Mual, Muntah, atau Nyeri Ulu Hati

Sebagian orang, terutama wanita dan lansia, dapat merasakan gejala yang menyerupai gangguan lambung sehingga sering disalahartikan.

6. Tubuh Lemas dan Pusing

Rasa lemas yang tidak biasa, pusing, hingga hampir pingsan juga dapat menjadi tanda berkurangnya aliran darah ke jantung.

dr. Vienna Rossimarina, Sp.JP(K) menjelaskan bahwa “nyeri dada yang seperti ditindah oleh benda berat atau tertekan merupakan salah satu gelaja dari serangan jantung. Jika Anda mengalami gejala tersebut, segeralah mendatamgi fasilitas kesehatan terdekat”

Siapa yang Berisiko Mengalami Serangan Jantung?

Risiko serangan jantung meningkat pada seseorang yang memiliki faktor-faktor berikut:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) 
  • Diabetes melitus 
  • Kolesterol tinggi 
  • Kebiasaan merokok 
  • Obesitas 
  • Kurang aktivitas fisik 
  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga 
  • Stres berkepanjangan 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Gejala?

Apabila Anda atau orang di sekitar mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung:

  • Segera hentikan aktivitas. 
  • Hubungi layanan gawat darurat atau segera menuju instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat. 
  • Jangan menunda pemeriksaan karena penanganan yang cepat dapat menyelamatkan otot jantung dan meningkatkan peluang kesembuhan. 

Deteksi Dini Lebih Baik daripada Mengobati

Banyak kasus penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini. Pemeriksaan risiko kardiovaskular membantu mengetahui kondisi kesehatan jantung sebelum muncul gejala, sehingga penanganan dan perubahan gaya hidup dapat dilakukan lebih awal.

Pemeriksaan dapat meliputi evaluasi faktor risiko, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, rekam jantung (EKG), hingga pemeriksaan penunjang lain sesuai anjuran dokter.

Jangan Tunggu Sampai Terjadi Serangan Jantung

Jika Anda mengalami nyeri dada, sesak napas, atau gejala yang mengarah pada serangan jantung, segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan jantung yang lebih berat.

Belum memiliki keluhan? Jangan menunggu gejala muncul. Lakukan deteksi dini risiko kardiovaskular secara berkala agar faktor risiko dapat diketahui dan ditangani sejak awal. Karena menjaga kesehatan jantung dimulai dari langkah pencegahan, bukan setelah terjadi serangan. (*)