search

Internasional

Korea UtaraKorea Selatanbalon sampah Korea UtaraKim Jong Un

Lagi, Korea Utara Kirimkan Balon-balon Berisi Sampah ke Korea Selatan

Penulis: Rafika
Minggu, 09 Juni 2024 | 787 views
Lagi, Korea Utara Kirimkan Balon-balon Berisi Sampah ke Korea Selatan
Balon berisi sampah yang dikirimkan Korea Utara ke Korea Selatan. (Yonhap)

Presisi.co - Ratusan balon sampah ditemukan di Seoul dan daerah dekat perbatasan pada Minggu (9/6) pagi. Ditemukannya balon-balon berisi sampah di kawasan Korea Selatan ini bukan yang pertama kalinya. Sama seperti kejadian serupa satu pekan lalu, balon berisi sampah tersebut dikirimkan oleh Korea Utara.

Pengiriman ini dilakukan seminggu setelah Korea Utara mengancam akan melanjutkan aksi ini jika selebaran anti-Korea Utara terus diterbangkan dari Selatan.

Pemerintah Korea Selatan mengecam keras tindakan Korea Utara dan mengancam akan mengambil tindakan "tidak dapat ditoleransi" sebagai balasannya. Tindakan ini bisa termasuk memutar pesan-pesan keras melalui pengeras suara besar di perbatasan yang ditujukan langsung ke Korea Utara.

Pemeirntah Korea Utara mengeklaim penerbangan balon berisi sampah ke Korea Selatan merupakan balasan atas selebaran anti-pemerintah yang diterbangkan oleh aktivis Korea Selatan. Aksi ini sudah berlangsung sejak akhir Mei, dengan ratusan balon membawa sampah dan pupuk kandang.

Korea Utara sempat menghentikan aksinya pada 2 Juni setelah 15 ton sampah dirasa cukup untuk menyampaikan pesan mereka. Namun, mereka mengancam akan melanjutkannya dengan jumlah yang jauh lebih besar jika selebaran propaganda dari Selatan terus berlanjut.

Aktivis Korea Selatan mengabaikan peringatan Korea Utara dan meningkatkan jumlah balon yang mereka kirimkan ke Utara. Balon-balon ini berisi selebaran yang mengkritik pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, stik USB berisi video dan drama K-Pop, dan uang kertas dolar AS.

Korea Utara sangat marah terhadap kampanye propaganda ini, bahkan pernah menembakkan senjata ke balon dan pengeras suara.

Para ahli mengatakan reaksi keras ini menunjukkan bahwa Pyongyang menganggap propaganda sebagai ancaman serius terhadap kontrol mereka atas warganya. (*)

Sumber: VOA Indonesia

Editor: Rafika