Kesehatan

Heboh Virus Corona di Samarinda, Humas RSUD AWS : Hoax

Penulis: Oktavianus

Dokter Arysia Andhina - Humas RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, Samarinda.

Presisi – Humas RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, dr Arysia Andhina menegaskan, kabar terjangkitnya seorang warga negara asing (WNA) oleh virus corona pada Sabtu (1/2) di Samarinda, murni Hoax atau tidak benar.

“Pasien ini dinyatakan tidak ada terindikasi corona virus,” tegas Sisi sapaan akrabnya saat menyampaikan keterangan pers di RSUD AWS, Minggu (2/2).

Sisi menjelaskan, mulanya pasien berinisial A yang diketahui bekerja di perkapalan itu dibawa oleh Guide Tour didampingi dokter dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada Sabtu (1/2) sekitar pukul 17.40 wita.                    

Dari hasil pemeriksaan di ruang IGD RSUD AWS, pasien disebut Sisi menderita demam sekitar 38 derajat celcius, batuk berdahak dan nyeri tenggorokaan.

“Jadi hanya virus batuk, pilek biasa. Tidak ada terjangkit corona virus,” tegasnya lagi.

Pasien yang diketahui masuk ke Indonesia ini dipastikan Sisi berasal dari daerah yang tidak terindikasi corona virus.

“Dia (pasien) tidak ada ke Cina. Dari Eropa lalu ke Bangkok. Tidak ada ke wilayah yang terindikasi corona virus,” sebutnya.

Hingga saat ini, pasien yang semula menginap di salah satu hotel di Samarinda, dikatakan Sisi masih dalam perawatan di Ruang IGD AWS berdasarkan rujukan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), yang semula juga telah melakukan deteksi dini terhadap pasien yang datang seorang diri ke Samarinda.

“Hingga saat ini tidak ada pasien yang masuk ke dalam ruang isolasi corona virus,” lanjut Sisi. Mengingat, sejak kabar corona virus ini menghebohkan publik. Pihak RSUD AWS disebutnya gerak cepat menyiapkan ruang khusus untuk menghadapi wabah penyakit yang mulanya banyak tersebar di Wuhan, Tiongkok.

“Kalau (perawatan) corona virus itu di Tulip, ruang isolasi khusus yang disiapkan. Jadi bukan di IGD,” jelasnya.

Atas kabar Hoax ini, pihak RSUD AWS menghimbau agar masyarakat tidak panik dan termakan oleh berita Hoax maupun ikut menyebarkan kabar yang belum tentu kebenarannya.

“Tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam. Melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat. Hindari berpergian ke daerah yang terjangkit corona virus dan kontak terhadap pasien yang di duga terinfeksi,” himbaunya.

virus-coronarsud-awssamarinda

Baca Juga