Ads Header (960x120)

IMF: Perekonomian Dunia Melambat ke Titik Terendah.

Reporter : presisi1
Rabu, 16 Okt 2019 06:52 WITA
IMF: Perekonomian Dunia Melambat ke Titik Terendah.

Presisi - International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional menyebut,  perekonomian dunia melambat ke titik terendah sejak krisis keuangan global, karena perang dagang Amerika-China, keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan berbagai faktor lain yang mengurangi kepercayaan pemodal dan investasi.

IMF memperingatkan, masa depan tampak penuh risiko dan mendesak para pembuat kebijakan ekonomi supaya menyelesaikan secara damai berbagai sengketa dagang, karena tidak banyak cara yang tersedia untuk menangani krisis baru.

“Karena adanya pelambatan ekonomi dan pemulihan yang belum pasti, pandangan global ke depan tentang perekonomian tetap rapuh,” kata kepala ekonomi IMF, Gita Gopinath dalam kata pengantarnya tentang ramalan perekonomian yang paling baru, dikutip dari www.voaindonesia.com . Selasa (15/10)

Dana Moneter Internasional tiap tiga bulan dalam tahun terakhir telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2019, karena berbagai konflik perdagangan terus memburuk.

IMF memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan tahun ini menjadi tiga persen, turun dua per sepuluh persen. Laporan

itu juga menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun depan menjadi 3,4 persen, atau turun seper-sepuluh persen.

“Kalau pertumbuhan hanya tiga persen, maka para pembuat kebijakan ekonomi tidak bisa membuat kesalahan apapun, dan perlu segera menurunkan ketegangan perdagangan dan ketegangan geopolitik,” kata Gopinath lagi.

Tapi ia menyambut kabar tentang adanya semacam gencatan senjata dalam perang dagang Amerika-China yang diumumkan di Washington minggu lalu.

“Kami menyambut langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan, dan pencabutan berbagai kenaikan tarif impor, karena ini akan menciptakan penyelesaian jangka panjang yang komprehensif, kata Gopinath kepada wartawan.

Perang dagang Amerika-China saja diperkirakan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia dengan 0,8 persen tahun depan, kata laporan IMF itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Beri Komentar