Ads Header (960x120)

Sabar, Tol BalSam Belum Dibuka untuk Umum

Reporter : sky
Senin, 11 Nov 2019 01:28 WITA
Sabar, Tol BalSam Belum Dibuka untuk Umum

Presisi - Jumat pekan lalu (8/11) Tim Presisi.co berkesempatan melakukan perjalanan Balikpapan- Samarinda melalui jalur Tol BalSam. Salah satu proyek tahun jamak, peninggalan Gubernur Awang Faroek Ishak yang  telah lama dinanti, untuk segera dinikmati Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Samarinda dan Balikpapan.

Perjalanan kami, dimulai dari pintu masuk Kariangau, tepatnya di kilometer 13. Dari sini, rombongan kami mendapat semacam tiket khusus untuk melintas diatas jalan tol sepanjang 99 Km, yang mulai dibangun pada awal tahun 2011 lalu.

Sepanjang perjalanan, tampak beberapa pengerjaan dan pembenahan dibeberapa segmen dan sesi tol. Terutama di Segemen 5 seksi 1, laju mobil yang kami tumpangi, harus melambat saat memasuki badan jalan berupa tanah. Beruntung, Siang itu sinar matahari sedang terik-teriknya, jalan tanah yang seharusnya melumpur ketika hujan, bisa kami lalui tanpa hambatan.

Kurang lebih dua kilometer, ke-empat roda ban mobil kami terusik dengan jalan tanah diatas proyek senilai lebih dari Rp 4 trilliun itu. Mungkin, ini yang menjadi salah satu faktor mengapa Tol BalSam belum juga terbuka untuk umum. Megaproyek, yang kini masuk dalam radar RI 1, Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera diresmikan.

Saat memasuki jalur dengan tiga lajur di masing-masing jalur, beberapa alat berat dan petugas lapangan tengah sibuk melakukan proses pengaspalan jalan, agar layak dilalui. Belum tuntasnya pengerjaan rest area bagi para pengendara, rambu lalu lintas sebagai penunjuk jalan, juga menjadi catatan penting, untuk diperhatikan sebelum Tol BalSam dibuka untuk umum.
 
Akses pintu masuk dan keluar melalui pintu Tol Palaran, juga tak luput dari pandangan kami. Rusaknya beberapa badan jalan, dipastikan akan menganggu kenyamanan sekaligus keamanan para pengendara yang melintas. Saat mengitari Jalan di kawasan Stadion Palaran, tak sedikit jalan berlubang yang kami temui, mengingat jalan tersebut turut digunakan oleh truk tonase pengangkut muatan.
 
Dikesempatan yang berbeda, media ini meminta penjelasan  kepada Muhammad Taufik Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, Senin (11/11). Menurutnya 2,2 kilometer jalan yang terputus itu berada di Segmen lima seksi satu. 
 
Taufik menuturkan, pihaknya akan segera menggelar rapat untuk membahas treatment apa yang akan digunakan untuk badan jalan di sesi tersebut. Ketika ditanya kapan pengerjaannya selesai, Dirinya optimis Desember mendatang rampung, sesuai kontrak kerja dengan kontraktor, namun kapan Tol BalSam dapat difungsikan tidak ada jawaban lugas darinya.
 
"Kami akan rapat  kamis ini membahas treatment apa untuk peningkatan diatasnya, kalau 2,2 kilometer sih bisa (rampung)," terangnya.
 
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud mendorong penyelesaian pengerjaan beberapa proyek MYC termasuk Tol. Menurutnya 20 Desember 2019 mendatang, pengerjaannya harus 100 persen rampung.
 
"Laporan yang kami terima saat ini 60  persen proses pengerjaan, 20 desember harus selesai sebagaimana yang mereka janjikan",  tegas Politisi Golkar tersebut.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Beri Komentar