Ads Header (960x120)

Peserta CPNS Minta Jimat ke Dukun, Ini Tanggapan BKD dan Tokoh Agama di Kaltim

Reporter : presisi1
Jumat, 29 Nov 2019 09:40 WITA
Peserta CPNS Minta Jimat ke Dukun, Ini Tanggapan BKD dan Tokoh Agama di Kaltim

Presisi – Berbagai upaya dilakukan para peserta CPNS, untuk lolos sebagai aparatur sipil negara (ASN). Mulai dari mendalami materi yang akan diujikan, mengikuti trik dan tips yang banyak beredar di dunia maya, hingga jimat khusus berupa jampi-jampi dari dukun, agar lulus seleksi sebagai abdi negara.

Seperti yang presisi.co beritakan sebelumnya, selama dua bulan terakhir ini saja, tak kurang dari 25 orang peserta CPNS asal Kota Samarinda, berkunjung ke kediamanan Bunda Lena, Konsutan Spritual yang bermukim di Perumahan Sempaja Lestari, Samarinda. 

Dari pengakuan Bunda Lena, setiap orang yang datang kepadanya, datang dengan tujuan khususnya masing-masing, termasuk didalamnya adalah lolos tes CPNS. Apalagi, sejak dibukanya pendaftaran hingga berita ini diterbitkan, lebih dari 5 juta akun dipastikan sudah terdaftar untuk mengikuti tes CPNS 2019.

Berita Terkait : Peserta CPNS Minta Jampi-Jampi ke Dukun Agar Lulus Seleksi

“orang-orang seperti mereka itu stress, gelisah otomatis auranya tertutup, jadi sebelum mereka pergi tes itu, mereka dari pulpen dari diri, itu semua di “isi”,” tutur Bunda Lena, menjelaskan layanan magis yang menjadi ritual bagi peserta CPNS yang datang padanya.

Setelah mengikuti ritual mandi kembang 7 rupa, Bunda Lena menambahkan, setiap pasiennya itu kemudian di rajah, agar hal negatif yang disebut Bunda Lena melekat di tubuh pasiennya hilang, yang kemudian secara otomatis membuka aura positif setiap pasiennya.

Adapun benda atau jimat yang diberinya kepada peserta CPNS itu terdiri dari, kepada pasien, dikatakan Bunda Lena berupa pulpen “spesial”yang disebutnya sudah di isi oleh Khodam, air dan minyak, agar pasien mampu mengikuti seluruh tahap uji CPNS dengan lebih tenang dan optimis.

“Kadang-kadang orang memang tak percaya dengan hal (magis) ini, ini hanya pendorong aja, tetap dari diri sendiri kok, yang harus banyak membaca, banyak belajar, nah ini hanya media pendorongnya saja, jika dia (pasiennya) percaya, itu pasti.” Tegasnya.

Tanggapan BKD Kaltim

Menanggapi maraknya peserta CPNS 2019 yang menggunakan “jalur pintas”agar lolos seleksi sebagai abdi negara itu, Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Kustiningsih saat di konfirmasi pada Kamis (28/11) kemarin enggan berkomentar banyak.

"Karena itu urusan individu," sebutnya, ketika dikonfirmasi melalui via telepon.

Meski begitu, Kustiningsih menyarankan agar peserta CPNS mempersiapkan diri dengan cara mempelajari mata uji yang akan diujikan, mengingat tes CPNS saat ini, tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan melalui sistem digital atau Computer Assisted Test (CAT)

"Kami (BKD) mengimbau agar tak perlu begitu. Belajar saja yang rajin. Nggak perlu ke paranormal," kata dia.

Kustiningsih memastikan, BKD Kaltim akan memberlakukan pengawasan khusus kepada seluruh para peserta CPNS. Mulai dari penggunaan mesin X-ray dan penyitaan handphone sementara, dimana BKD Kaltim disebutnya sudah menyiapkan loker khusus saat tes nanti.

"Yang boleh masuk ruangan hanya kaca mata saja. Pulpen, pensil dan kertas disiapkan panitia," tegasnya.

Tanggapan Tokoh Agama

Tak hanya BKD Kaltim, beberapa tokoh lintas agama turut mengomentari fenomena “jalur pintas”peserta CPNS 2019 ini.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Haiban mengatakan, mengharapkan jimat atau jampi-jampi dari seorang dukun sama halnya dengan mengorbankan diri. Menjadikan dukun sebagai guru spiritual sama halnya dengan mengingkari kekuasaan Allah sebagai Maha Pencipta dan Maha Pemberi.

“Niatnya mau mencari ikan teri tapi dia melepaskan ikan kakapnya. Jangan mengorbankan diri dan menggadaikan keimanan hanya untuk kebahagiaan sesaat,” ucap dia, Kamis (28/11/19).

Hidup manusia di dunia ini teramat sangat singkat ketika tidak dimanfaatkan dengan baik. Apalagi sampai menduakan Tuhan dengan cara mengharapkan kesuksesan dan ketenaran dari seorang dukun atau paranormal.

Hal senada juga disampaikan Pastor Paroki Katedral Samarinda, RD Moses Komela Avan. Menurutnya, di Agama Katolik, tidak dibenarkan jika umatnya lebih mengharapkan jampi-jampi dari seorang dukun. Perbuatan itu, sama halnya dengan menyembah berhala.

“Kalau mau meminta kemudahan, ya minta sama Tuhan. Tuhan menugaskan kita untuk menjalani kehidupan dengan dua hal, usaha dan doa. Boleh berdoa, tapi jangan mengharapkan sesuatu di luar keyakinan kita,”tegasnya.

Setiap manusia, disebut RD Moses Komela untuk melakukan usaha dan cara-cara yang benar dalam setiap ikhtiarnya. Berusaha dan berdoa adalah cara yang paling tepat agar seluruh peserta CPNS, diberi hasil yang sepantasnya dari Tuhan.

“Manusia berikhtiar, berusaha, melakukan sungguh-sungguh apa yang merupakan tugas dan tanggung jawab kita. Selebihnya Tuhan menyempurnakan dengan rahmat dan berkatnya. Ketika menggunakan kekuatan lain yang bukan Tuhan, jelas bertentangan dengan ajaran agama,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Beri Komentar