Ads Header (960x120)

Komisi II DPRD Kaltim Akan Temui Menteri ESDM Minta Tambah Kuota BBM Subsidi.

Reporter : presisi1
Selasa, 12 Nov 2019 12:38 WITA
Komisi II DPRD Kaltim Akan Temui Menteri ESDM Minta Tambah Kuota BBM Subsidi.
Presisi - Terbatasnya stok dan terhambatnya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi ke beberapa daerah di Kaltim, dapat dipastikan menjadi alasan dibalik kelangkaan BBM beberapa waktu lalu.
 
Fakta tersebut, terungkap saat Komisi II DPRD Kaltim, melakukan koordinasi langsung dengan pihak PT Pertamina (Persero) di Balikpapan, Kamis (7/11) lalu.
 
Terkait terbatasnya Stok BBM subsidi di Kaltim, disebut Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PKB, Sutomo Jabir, terjadi pengurangan stok sekitar 5 persen, jika dibandingkan Tahun 2018 lalu.
 
"Memang kuota (BBM) kita termasuk berkurang, kemudian juga ada kendala di proses distribusi, karena banyak juga dilapangan yang menyalahgunakan BBM Subsidi tersebut," jelasnya.
 
Terkait stok BBM Subsidi, ditambahkan Sutomo Jabir bahwa tahun ini, Kaltim hanya mendapat jatah sekitar 280 ribu liter Stok BBM bersubsidi.
 
“Itu sudah terealisasi sekitar 250 ribuan lah, artinya sisa 30 ribu liter lebih, hingga akhir tahun,” sebutnya, sesuai informasi yang didapatkannya dari pihak Pertamina.
 
Sementara, sisa stok tersebut dipastikan tidak akan mencukupi permintaan kebutuhan masyarakat, tambahnya. Terlebih, Desember mendatang, dipastikan permintaan stok BBM akan meningkat, menjelang Natal dan Tahun Baru.
 
Guna mengatasi hal tersebut, Ketua Komisi II Veridian Huraq Wang, sudah menjadwalkan pertemuan dengan Kementerian ESDM, untuk meminta penambahan kuota BBM Subsidi di Kaltim.
 
“Kita akan mendatangi Kementerian ESDM, untuk minta penambahan kuota (BBM), kemudian untuk PT Pertamina juga sudah menjanjikan perbaikan sistem distribusi,” ucap Veridiana, Selasa (12/11)
 
Artinya, kuota tidak menumpuk hanya di Balikpapan saja, PT Pertamina akan menyesuaikan ulang kebutuhan stok BBM Subsidi di masing-masing Kabupaten/Kota yang ada di Kaltim, tambah Politikus PDI Perjuangan Kaltim itu. 
 
Sementara, terkait terbatasnya kuota BBM Subsidi di Kaltim yang pada tahun ini, hanya sekitar 280 ribu liter, ditegaskannya bahwa kebutuhan ideal yang dibutuhkan oleh masyarakat Kaltim, adalah diangka 500 ribu liter.

TINGGALKAN KOMENTAR

Beri Komentar